KUPANG, FLORESPOS.ID – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengharapkan kepada Pemerintah Provinsi NTT untuk lebih memperhatikan pembangunan pada sektor pertanian demi tercapainya kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Berbicara dalam kunjungan kerja ke Kupang, Jumat (29/5), Yasin Limpo mengatakan bahwa wilayah NTT sangat potensial dalam mengembangkan pertanian khususnya pertanian lahan kering. Struktur tanah NTT sangat menjanjikan apabila diolah secara baik.

Ia mengapresiasi semangat masyarakat NTT dalam mengelola pertanian. Sebab petani adalah energi terbesar dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Karena itu, ia berharap agar semua pihak di NTT, baik pemerintah, LSM, dan kelompok tani, agar bersinergi dalam semangat kerja sama yang mumpuni sehingga NTT dapat menjadi lumbung komoditas pertanian nasional ke depan.

Serahkan Alsitan

Dalam kesempatan itu, Yasin Limpo menyerahkan sumbangan alat pengolah pertanian lahan kering yakni 1 unit eksavator dan 43 unit traktor.

Penyerahan alat sistem pertanian (alsitan) secara simbolis tersebut diterima oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di halaman Kantor Pertanian Provinsi NTT di Kupang.

Selain menyerahkan bantuan alat pertanian, Yasin Limpo juga menyerahkan bantuan berupa alat semprot dan hand sanitizer serta sembako kepada 5 orang perwakilan petani.

Ia juga mengunjungi Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Pemerintah Provinsi yang terletak di samping Kantor Dinas Pertanian NTT.

Toko tersebut adalah pusat mediasi produk-produk pertanian agar bisa laku di pasaran dan memperpendek rantai pasar. Ia pun berharap, TTIC menjadi pusat informasi pertanian khususnya untuk produksi dan harga.

Selain itu, ia juga mengunjungi Desa Manusak di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang untuk mengikuti acara pelepasan Tanam Jagung Panen Sapi (TPJS) yang akan dikirim ke Surabaya, Jawa Timur, sebanyak tiga kontainer jagung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT Yohanes Oktavianus mengungkapkan bahwa Menteri Yasin Limpo akan melakukan tanam jagung secara simbolis di Desa Manusak pada lahan seluas 10 hektar milik masyarakat setempat.

Ia menerangkan bahwa Desa Manusak merupakan salah satu desa terbaik dalam sistem pengelolaan pertanian dan manajemen pemasaran di wilayah Kabupaten Kupang.*

Penulis: Dan Dede