ENDE, FLORESPOS.ID – Bupati Ende Djafar Achmad mengatakan pemberlakuan peraturan “new normal” di Provinsi NTT yang akan dimulai pada 15 Juni mendatang bukan sebagai pelonggaran, melainkan sebagai pola hidup baru.

Ia menuturkan bahwa pemberlakuan pola hidup tersebut bukan karena pandemi Covid-19 telah berakhir, melainkan demi kelancaran aktivitas masyarakat terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup selama masa krisis.

Hal itu disampaikan Bupati Djafar seusai pertemuan dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Ende mengenai kesiapan dalam menindaklanjuti hasil keputusan Gubernur NTT dan walikota serta para bupati dalam rapat virtual Rabu (27/5) kemarin.

Menurutnya, saat ini pemerintah Kabupaten Ende tengah mempersiapkan segala aspek sebelum berlakunya keputusan tersebut pada 15 Juni nanti.

Hal penting yang akan dilakukan adalah pengawasan secara lebih ketat terutama di tempat-tempat keramaian misalnya pasar, terminal, pelabuhan dan pusat perbelanjaan.

Tentang kegiatan keagamaan khususnya peribadatan, Bupati Djafar menegaskan akan ada kerja sama antara pemerintah dan pimpinan Gereja, masjid dan sarana ibadah lainnya.

Bupati juga menandaskan tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan di perbatasan antar kabupaten dan tidak boleh ada portal di perbatasan.

Namun, kata dia, setiap orang yang melakukan perjalanan ke Kabupaten Ende wajib diperiksa di tempat khusus yang akan disediakan di perbatasan antara kabupaten Ende dengan kabupaten tetangga, yakni Sikka dan Nagekeo.

Pemeriksaan utama yang dilakukan di kawasan perbatasan itu adalah tes suhu badan sedangkan yang lainnya akan diinformasikan kemudian.

Djafar menegaskan bahwa Pemkab Ende saat ini tengah fokus pada kegiatan perekonomian masyarakat agar dijalankan secara baik sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya di tengah pandemi.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penyediaan tempat khusus bagi pendistribusian barang-barang, terutama sembako dari daerah atau wilayah kecamatan sebelum ke pasar.

Hal itu dilakukan sebagai upaya mengurangi kepadatan dalam pasar-pasar utama di kota Ende.

Akhirnya, Bupati Djafar menghimbau agar masyarakat Kabupaten Ende untuk mentaati protokol kesehatan secara sadar dan bertanggung jawab karena kesehatan adalah faktor paling penting dalam menghadapi peraturan baru nanti.

Misalnya dengan tetap di rumah jika tidak ada keperluan, memakai masker jika berada di tempat keramaian, menjaga jarak dan mencuci tangan.*

Penulis: Dan Dede