KUPANG, FLORESPOS.ID – Pemeritah Provinsi Nusa Tenggara Timur akan menerapkan “new normal” mulai 15 Juni mendatang.

Untuk memonitoring pelaksanaan protokol kesehatan secara efektif, Pemprov NTT akan melibatkan pihak TNI/Polri.

Hal itu merujuk pada perintah Presiden Joko Widodo beberapa waktu yang meminta Panglima TNI dan Kapolri mengerahkan ratusan ribu aparat keamanan untuk memastikan “new normal” berjalan baik.

Patroli Gabungan Marinir/PM

Menjelang pemberlakukan “new normal” di NTT, hari ini prajurit dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VII Kupang melaksanakan patroli gabungan TNI/Polri di wilayah Kota Kupang.

Kepada Viva.co.id, Jumat (5/6), Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VII Kupang Letkol Marinir Faried Safri Ahmad mengatakan, kegiatan patroli yang dilakukan TNI-Polri ini semata-mata ingin mengajak masyarakat untuk disiplin guna mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah NTT.

Komandan Polisi Militer Lantamal VII Letkol Laut (PM) Fatta Lubis dan Komandan Yonmarhanlan VII meminta agar para prajurit tidak boleh arogan ketika memberikan imbauan kepada masyarakat.

Keduanya pun meminta agar sosialisasi kepada masyarakat terkait “new normal” harus diinformasikankan dengan sebaik-baiknya, agar masyarakat bisa menjalankan kebijakan ini dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan.

“Dalam kesempatan ini kita bersama Polri memiliki visi dan misi yang sama untuk mengajak masyarakat agar disiplin, baik itu dalam memakai masker, jaga jarak aman ataupun dalam menjaga kebersihan,” kata Komandan Yonmarhanlan VII.

Kegiatan patroli dari sosialisasi gabungan TNI Polri ini menyisir beberapa wilayah, diantaranya Pelabuhan ASDP Bolok, Pelabuhan Pelindo Tenau, pusat perbelanjaan dan Bandara El Tari Kupang.*