FLORESPOS.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melaui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan bahwa kini tinggal 32 pasien positif Covid-19 yang dirawat di sejumlah rumah sakit.

Penurunan ini terjadi lantaran jumlah pasien sembuh di provinsi kepulauan terus bertambah tiap hari. Per 30 Juni 2020, sudah ada 81 pasien yang mengalami kesembuhan dan boleh pulang ke rumah.

Jumlah kesembuhan ini sudah mencapai lebih dari 75 persen dari total 114 kasus di NTT, tersebar di 12 kabupaten/kota di NTT. Satu di antara pasien Covid-19 ini telah meninggal dunia.

Menurut juru bicara Satgas Covid-19 NTT Marius Ardu Jelamu, tingkat kesembuhan di NTT yang meningkat terjadi karena kesadaran dan kepatuhan pasien terhadap anjuran petugas medis.

“Kepatuhan para pasien terhadap anjuran petugas medis sangat tinggi, sehingga jumlah kesembuhan pasien positif Covid-19 di NTT sangat tinggi hingga mencapai 81 orang,” katanya, seperti dilaporkan Medcom.

Apresiasi untuk Tim Medis dan Masyarakat

Ardu Jelamu memberikan apresiasi kepada para petugas medis di berbagai rumah sakit di NTT yang bekerja sangat maksimal.

Selain itu, ia menilai bahwa masyarakat NTT sangat menjunjung tinggi rasa solidaritas dengan tidak mengucilkan pasien yang terpapar Covid-19, sehingga tidak mengalami efek psikologis yang sangat ampuh dalam mendorong percepatan kesembuhan.

Di lain pihak, menurut Ardu Jelamu, peran TNI dan Polri dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di NTT juga sangat besar dengan gencar melakukan edukasi terhadap warga.

Di akhir pernyataannya, Ardu Jelamu meminta masyarakat NTT tetap waspada dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas di kantor, tempat usaha seperti mal, pasar serta kegiatan peribadatan yang berlangsung di rumah ibadah.

Sebelumnya, dalam dialog interaktif dengan Dr. Reisa dari tim komunikasi Satgas Covid-19 Pusat, Ardu Jelamu mengatakan bahwa salah satu kunci keberhasilan provinsi NTT menekan laju pertumbuhan virus corona adalah kerjasama yang apik antara pemerintah, TNI/Polri dan masyarakat.

Pemprov NTT sejak awal kasus corona teridentifikasi di Depok, Jawa Barat, sudah mengantisipasinya dengan melarang semua ASN bepergian ke luar NTT agar tidak terjadi penularan.

Sementara itu, tingkat kesadaran masyarakat dalam memerangi pandemi ini terbilang tinggi. Di mana tiap kabupaten, kecamatan, bahkan hingga ke tingkat RT, melakukan edukasi, sosialisasi dan mengambil kebijakan yang sesuai dengan kondisi setempat.

Meski tingkat kesembuhan terus meningkat dan kasus baru melambat, Ardu Jelamu meminta agar masyarakat tetap disiplin menjalankan anjuran protap kesehatan.*