LABUANBAJO, FLORESPOS.ID – Destinasi wisata Labuan Bajo telah dinobatkan sebagai wisata super premium oleh Presiden Joko Widodo pada Januari lalu.

Namun sekiranya tidak lebih dari dua bulan setelah penetapan itu, wabah virus corona yang bermula di Kota Wuhan, China, menghantam dunia. Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata internasional ikut terpukul oleh pandemi ini.

Sejumlah negara melakukan pembatasan dan penguncian, termasuk Indonesia, untuk menekan penyebaran yang lebih masif di antara wisatawan kepada penduduk lokal.

Agenda perjalanan internasional pun dibatalkan dan ribuan destinasi wisata ditutup sementara dan akan dibuka dalam waktu yang belum ditentukan.

Mulai 15 Juni nanti, destinasi wisata Labuan Bajo kembali dibuka. Foto: Travel Tribun.
Mulai 15 Juni nanti, destinasi wisata Labuan Bajo kembali dibuka. Foto: Travel Tribun.

Buka 15 Juni

Namun sebuah kabar baik datang di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman virus corona. Setelah melihat tren penularan virus corona mulai mendatar dan menurun, sejumlah daerah mulai menyusun rencana pemberlakukan “new normal”.

Salah satunya akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Direncanakan, kenormalan baru di provinsi kepulauan mulai berlaku 15 Juni mendatang.

Bersamaan dengan itu, Pemprov NTT membuka katup penguncian di destinasi wisata utama di daerah tersebut, yaitu destinasi wisata Labuan Bajo.

Mulai 15 Juni nanti, sejumlah destinasi di bagian barat Pulau Flores itu akan dibuka, termasuk di dalamnya Taman Nasional Komodo, Pink Beach, Pulau Padar, dll.

Kepala Dinas Pariwisata NTT Wayan Darmawa mengatakan, Pemprov NTT saat ini tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan di seluruh destinasi.

“Kami sepakati untuk mempersiapkan diri. Saat ini memang pedomannya belum ada. Namun (SOP) sedang dikompilasi jadi rancangan utuh dan dikomunikasikan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” ujarnya, melansir Tempo.co, Sabtu (30/5).

Meski seluruh destinasi di kawasan srategis nasional itu akan dibuka serentak, namun Wayan menandaskan bahwa ada syarat khusus yang harus ditaati pengelola wisata.

Salah satunya memastikan bahwa masyarakat dan pemerintah daerah setempat, termasuk pihak swasta, dapat melaksanakan gerakan jaga jarak fisik atau physical distancing.

Ia mengatakan, Pemprov NTT telah berkomunikasi dengan asosiasi di bidang wisata, seperti Asita, Astindo, dan PHRI, untuk merancang skema perjalanan yang aman, mulai dari wisatawan berangkat, sampai di lokasi, hingga saat pulang.

Bandara Komodo Masih Tutup

Menyusul wabah masuk ke Provinsi NTT beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menutup akses Bandara Internasional Komodo sampai saat ini.

Namun Wayan mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait penyediaan layanan penerbangan ke Labuan Bajo.

Ketika akses kembali dibuka, ia menyarankan agar Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo pertama-tama harus disambangi oleh turis lokal. Untuk wisatawan asing atau wisman, akan diatur akan datang secara bertahap.

Menanggapi beberapa kapal yang rusak dan tenggelam karena tidak beroperasi selama masa pandemi, Wayan menyarankan agar para pengelola harus memiliki asuransi.

Sebab, pemerintah saat ini tengah fokus memerangi virus corona sehingga cukup sulit untuk membantu kapal-kapal wisata yang rusak tersebut.

Ia pun meminta agar pemilik kapal dapat melaporkannya kepada Dinas Pariwisata setempat untuk ditindaklanjuti ke pemerintah pusat.

“Sampai sekarang soalnya enggak ada laporan, dan enggak ada permintaan dari pemilik kapal,” ujar Wayan, melansir Kompas.com, Sabtu (30/5).*