KUPANG, FLORESPOS.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur akan memberlakukan kenormalan baru atau “new normal” mulai 15 Juni mendatang.

Anggota DPRD NTT Emanuel Kolfidus meminta agar Pemprov NTT perlu melibatkan pakar kesehatan untuk mengkaji pemberlakuan “new normal” sebelum benar-benar diberlakukan.

Berbicara kepada media pemerintah, Emanuel menandaskan bahwa pengkajian dilakukan untuk memastikan sejauh mana tren penurunan virus corona di provinsi kepulauan itu.

Sebab, pemberlakukan “new normal” dapat menimbulkan gelombang baru, atau yang disebut gelombang kedua, yang justru lebih berbahaya.

Hal mana terjadi di Hong Kong, China, Finlandia, atau Jerman, di mana pelonggaran dan pencabutan penguncian (lockdown) telah menimbulkan penemuan kasus baru.

Sementara, saat ini Provinsi NTT memiliki 92 kasus positif Covid-19. Ada 77 pasien Covid-19 sedang dirawat dan 14 pasien lainnya telah sembuh serta ada 1 orang meninggal dunia.

Meski kurva pertumbuhan atau penularan virus corona selama beberapa hari ini memperlihatkan gejala mendatar, Emanuel menyarankan agar Pemprov NTT perlu melakukan pemetaan mengenai kurva epidemi virus sebelum membuka aktivitas publik.

Dengan demikian, masyarakat yang menjalankan “new normal” dapat melakukannya secara bertanggung jawab untuk bersama-sama menghindari penularan baru.

“Kebijakan membuka kembali aktivitas publik oleh Gubernur NTT (Viktor Bungtilu Laiskodat) harus didahului dengan pemetaan akurat melibatkan pakar kesehatan masyarakat,” ujar Emanuel, Sabtu (30/5).

Ia juga menyarankan kepada Pemprov NTT melakukan sosialisasi dan edukasi yang masif mengenai maklumat bersama untuk hidup disiplin mentaati protokol kesehatan.

Sebab jika satu orang saja tidak disiplin atau melanggar protokol kesehatan, hal itu akan berdampak besar bagi kehidupan banyak orang.

“Maklumat disiplin ini harus disosialisasikan dan diedukasikan secara masif, sebelum sampai kepada terbentuknya satu masyarakat dalam normal baru,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, Indonesia kini menderita 25.773 kasus per 30 Mei. Sebanyak 7.015 telah dinyatakan sembuh dari Covid-19, sedangkan 1.573 pasien telah meninggal dunia.

Angka kesembuhan harian melonjak tajam pada 30 Mei yaitu sebanyak 573 orang, tertinggi sejak kasus pertama di Depok, 2 Maret lalu.

Meski kasus positif harian masih bergerak di atas 500 kasus, menurut pakar, ada harapan bahwa kurva epidemi virus corona akan melandai dan mulai menurun bulan depan.*