LABUAN BAJO, FLORESPOS.ID – Berbicara tentang Labuan Bajo tak akan ada habis-habisnya. Ada narasi yang panjang mengenai salah satu destinasi wisata paling menjanjikan di Indonesia ini.

Letaknya di ujung Pulau Flores, persisnya di Kabupaten Manggarai Barat, salah satu kabupaten pecahan dari Kabupaten Manggarai.

Sejak dipromosikan menjadi wisata nasional pada beberapa tahun lalu, kini Labuan Bajo telah dinobatkan menjadi detinasi wisata super premium. Ini menjadikan Labuan Bajo setara dengan Bali.

Keindahan alam, bahari dan hewan laut membuat Labuan Bajo kian diminati wisatawan, baik domestik maupun luar negeri.

Selain Taman Nasional Komodo, salah satu yang paling mempesona adalah Pulau Padar. Di pulau ini kita dapat menikmati angin sepoi-sepoi sembari melakukan pendakian menuju puncak bukit.

Dari atas puncak inilah menjadi spot terbaik untuk menyaksikan keindahan alam yang terbentang di depannya.

Deretan bukit yang melengkung menyerupai jari-jari, dengan desiran ombak kecil di bibir pantai, membuat wisatawan enggan menuruni anak tangga untuk pulang.

Nah, ketika pandemi virus corona merebak di Indonesia pada awal Maret lalu, Labuan Bajo sepi pengunjung. Kurang lebih 4 bulan. Lantas, para pelaku perjalanan kehilangan pekerjaan.

Namun, belakangan ini, Labuan Bajo kembali bergairah. Meski spot-spot utama seperti TNK, Pink Beach, Pulau Padar, dll., belum ramai dikunjungi, ada satu destinasi baru yang menggeliat.

Adalah Bukit Teletubbies. Terletak di Kampung Lemes, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.

Nama bukit ini mengingatkan kita pada sebuah tayangan anak-anak yang populer di akhir 1990 hingga awal 2000-an.

Mengapa diberikan nama “teletubbies” karena lekukan serta gundukan tanah perbukitan yang menyerupai gunung kecil disertai pemandangan hijau rerumputan mirip seperti pada film Teletubbies.

Film ini mengambil latar sebuah gunung kecil, terletak di sebuah bukit dan peternakan di Wimpstone, Warwickshire, Inggris.

Letak Bukit Teletubbies tidak jauh dari kota Labuan Bajo. Hanya sekitar 15 menit perjalanan jauhnya.

Tiap akhir pekan, keluarga dan anak-anak muda memadati Bukit Teletubbies untuk menikmati alam sembari berfoto-ria, termasuk juga berolahraga sambil menikmati pemandangan.

Akses jalan ke tempat ini sudah sangat bagus sehingga memungkinkan masyarakat di kota Labuan Bajo mudah untuk mengunjungi pada hari-hari senggang di senja yang indah.

Di sepanjang “jalan kenangan”, para pelancong bisa menikmati keindahan pemandangan perbukitan, area persawahan, serta udara yang segar dan memberikan pengalaman berbeda.

Anggota klub bersepeda Gowes Komodo Labuan Bajo berfoto usai menjajal track di Bukit Teletubbies, Labuan Bajo, pada Minggu (14/6). -Dok. MNCMedia/Yoseph Mario Antognoni.
Anggota klub bersepeda Gowes Komodo Labuan Bajo berfoto usai menjajal track di Bukit Teletubbies, Labuan Bajo, pada Minggu (14/6). -Dok. MNCMedia/Yoseph Mario Antognoni.

Destinasi yang Viral di Labuan Bajo

Beberapa pekan lalu, sebuah foto yang diunggah oleh sebuah akun media sosial viral di jagad maya.

Foto itu memperlihatkan serombongan pengunjung yang berjejer di sepanjang gundukan bukit, menikmati indahnya matahari yang mulai tenggelam di ujung barat. Mereka duduk berkelompok, bersama sahabat, teman, dan keluarga masing-masing.

Yang makin menarik dari Bukit Teletubbies adalah bahwa bukit ini menyediakan spot yang menjanjikan untuk olahraga sepeda gunung.

Sebuah klub sepeda di Labuan Bajo bernama Gowes Komodo Labuan Bajo, misalnya, menjadikan Bukit Teletubbis sebagai spot untuk merawat pola hidup sehat, terutama di era “new normal”.

Tidak hanya berolahraga dan melepas penat. Mereka juga ikut membantu mempromosikan keindahan Bukit Teletubbies kepada khayalak luas. Misalnya dengan mengunggah ke media sosial.

“Kita sedang mempromosikan bahwa pesona di daratan Flores juga sangat menarik. Jika selama ini Labuan Bajo terkenal dengan Komodo, bersama Komodo Gowes sekaligus kita juga ingin meningkatkan kebiasaan olahraga sambil berkreasi atau sport tourism. Kita harus meningkatkan herd immunity. Kita harus meningkatkan ekonomi dan pariwisata juga,” kata Darmono, Koordinator Klub Gowes Komodo Labuan Bajo, mengutip Sindonews.

Akhir pekan lalu, klub yang beranggotakan 50 orang dan berasal dari berbagai latar pekerjaan itu tengah menjajal lekukan bukit yang cukup memacu adrenalin di Bukit Teletubbies itu.

Di Bukit Teletubbies, mereka diuji untuk dapat menaklukkan track terjal menuju puncak bukit. Dari atas puncak itulah mereka menikmati udara segar meski raga lelah.

Beberapa pengunjung mengaku terpesona dengan keindahan Bukit Teletubbies yang mendadak viral belakangan ini.

Akhirnya, tidak hanya Bukit Cinta atau Bukit Sylvia yang menjadi tempat mereka menikmati senja yang indah. Tapi di Bukit Teletubbies, mereka merasakan aroma yang berbeda.

“Bukitnya indah sekali. Kita bisa menikmati keindahan bukit-bukit kecil ini sampai sejauh mata memandang,” ujar Susi Susanti, seorang pengunjung yang datang bersama teman-temannya.

Bagi pencinta dunia travelling yang berniat melepas penat setelah berbulan-bulan mengurung diri dalam rumah, inilah salah satu destinasi paling menjanjikan di Labuan Bajo saat ini.

Anda tidak lagi hanya mengunjungi TNK atau Pink Beach. Tapi juga akan menikmati waktu terbaik Anda di Bukit Teletubbies.*