JAKARTA, FLORESPOS.ID – Joko Widodo dan Ma’ruf Amin resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024 oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada Minggu (20/10) di Gedung DPR/MPR Jakarta.

Kepada mereka, warga Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta agar jangan mengabaikan keterbelakangan dan kemiskinan provinsi yang terbentuk pada tahun 1954 itu.

Ketua relawan Jokowi-Maruf, Flores-Sumba-Timor-Alor (Jo’mari Flobamora) Mikael Umbuzasa meminta agar kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf dapat lebih adil dan merata seperti slogannya.

Menurutnya, NTT masih terbelakang dan miskin baik dari bidang pendidikan maupun air bersih. Namun, kepemimpinan Jokowi yang merakyat seperti titisan dewa bagi rakyat NTT.

“Lima tahun kepemimpinan bapak Jokowi kemarin kami cukup merasakan banyak perubahan, untuk infrastruktur dan lain-lain, dan ada beberapa terobosan-terobosan yang sudah diberikan oleh Pak Jokowi,” katanya di lapangan Aspirasi Monas, Minggu (20/10).

Kendati demikian, Presiden Jokowi masih butuh waktu tambahan agar dapat memperbaiki NTT lima tahun ke depan. Ia menyarankan agar lima tahun ke depan warga NTT bisa lebih merasakan kembali pembangunan yang ada, seperti di daerah lain di Indonesia.

Dalam kontek pembangunan kebudayaan, Mikael berharap ada perhatian lebih pada kebudayaan NTT agar setara dengan Bali atau Aceh.

“Mungkin teman-teman lihat sendiri kami juga tidak kalah dengan itu kan, uniknya,” pungkasnya.

Penari asal NTT di Lapangan Istana Negara Jakarta. Foto: tribunbogor.com
Penari asal NTT di Lapangan Istana Negara Jakarta. Foto: tribunbogor.com

Parade Tari Jelang Pelantikan

Sebelumnya, jelang pelantikan Jokowi-Ma’ruf, ratusan warga NTT yang tergabung dalam Jo’mari Flobamora merayakannya dengan melakukan parade tarian di dekat Istana Negara, Jakarta Pusat, Minggu (20/10).

Ada tiga tarian yang dipentaskan yaitu: tari Kataga dari Sumba Barat, Okomama dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Hegong, Maumere, NTT.

Mikael menuturkan, ketiga tarian tersebut memiliki filosofi yang mendalam. Tarian Kataka merupakan seni tari heroik dari Sumba yang melambangkan keperkasaan pahlawan dalam mengalahkan musuh yang ingin memecah-belah persatuan.

“Ini mengisahkan tentang Pulau Sumba yang menunjukkan perubahan Indonesia. Tidak boleh lagi ada yang mengganggu Indonesia dan negara harus bersatu,” tuturnya.

Kedua, Tarian Okomama merupakan tarian penyambutan dan menyuguhkan sirih pinang kepada tamu, sebagai ungkapan selamat datang. Dalam hal ini selamat datang kepada Jokowi dan Ma’ruf.

Ketiga, Tarian Hegong dari kabupaten Sikka, biasanya dilakukan untuk menjemput mengantar para tamu terhormat.

Akhirnya, ia berharap agar kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf sungguh-sungguh memperhatikan pembangunan kebudayaan di seluruh wilayah Nusantara, khususnya di NTT, yang tidak kalah menarik dengan Bali.

Simak cuplikan video berikut:

Sumber: IDNTimes.com, NTTBangkit.com