ENDE, FLORESPOS.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam kerjasama dengan beberapa pihak saat ini tengah mempersiapkan kepulangan pekerja migran asal provinsi itu.

Menurut data Pemprov NTT, setidaknya ada 5.000 pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTT yang akan pulang pada periode Juni ini.

Kepulangan PMI, selain karena habis kontrak kerja, tapi juga karena terpaparnya negara-negara tempat di mana mereka bekerja.

Meski demikian, rencana pemulangan ribuan PMI tersebut masih menuai pro-kontra di tengah masyarakat.

Satu hal yang menjadi pertimbangan adalah soal potensi terjadinya penularan kepada warga lokal jika PMI telah terpapar.

Namun demikian, sebagai saudara, mereka tetap harus diterima secara baik asalkan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Di Kabupaten Ende, Ketua Tandwidzia Nahdlatul Ulama (TNU) Kabupaten Ende Usman Abdul Hamid menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan hal-hal yang tidak bertanggung jawab mengenai kepulangan PMI.

Berbicara kepada awak media di Kantor Bupati Ende, Senin (8/6), Usman menilai bahwa hal itu merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.

Ia meminta semua stakeholder bergandengan tangan untuk menerima dan memperlakukan PMI secara baik dan manusiawi.

Usman juga berharap kepada pihak pemerintah untuk dapat melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar nantinya tidak ada reaksi ketika para PMI kembali ke Kabupaten Ende.

Pemkab Ende sebelummya juga tengah menyediakan segala fasilitas dan kepentingan mengenai kepulangan PMI asal Kabupaten Ende.

Bekerjasama dengan Gereja

Terkait pemulangan PMI, Pemkab Ende bekerjasama dengan Keuskupan Agung Ende (KAE) menyediakan tiga gereja sebagai tempat karantina bagi pekerja migran asal Ende.

Adapun ketiga gereja tersebut, yakni gereja paroki Detusoko, paroki Detukeli dan paroki Maurole.

Selain itu, Pemkab Ende juga akan memfungsikan Stadion Marilonga sebagai tempat karantina PMI.

Melansir Victory News, Bupati Ende Djafar Ahmad menyampaikan terima kasih kepada pihak Jaringan Peduli Migran KAE yang selama ini peduli dengan pekerja migran asal Kabupaten Ende.

Menurut data KAE, diperkirakan sebanyak 800 pekerja migran yang akan masuk ke Kabupaten Ende mulai awal bulan Juni.

Selain itu, pihak Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Ende juga menyiapkan terminal penumpang Pelabuhan Ipi sebagai lokasi karantina.

Empat Pintu Masuk

Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTT menetapkan empat pintu masuk bagi pemulangan PMI, menurut laporan Kumparan.

Keempat pintu utama yang dipersiapakan itu antara lain, pintu masuk Kota Kupang, Sumba, Labuan Bajo dan Sikka. Pintu masuk para PMI ini baik melalui penerbangan udara dan laut.

Pelaksana Tugas Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Provinsi NTT Selvi Pekudjawang mengatakan, pintu masuk Kota Kupang, untuk PMI dari daratan Timor dan tiga daratan kecil, Sabu, Rote dan Alor.

Sementara pintu masuk Sumba, untuk empat kabupaten di daratan Sumba; pintu masuk Labuan Bajo untuk Flores bagian barat dan pintu masuk Maumere untuk Flores bagian timur.

Ketika tiba di empat pintu masuk ini, kata Selvy, mereka akan dijemput oleh masing-masing tim Gugus Tugas Covid-19 dari kabupaten asal dan akan menjalani masa karantina selama 14 hari di kabupaten masing-masing.

Selvy menambahkan, saat ini Pemprov NTT sedang memperkuat koordinasi antar tim Gugus Tugas Covid-19 provinsi dan kabupaten dalam melaksanakan tugas penjemputan PMI. Semua tindakan penangananan dilakukan sesuai protokol kesehatan.

Selain itu, pihaknya akan melibatkan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2PMI) NTT dalam pemulangan PMI.*