KUPANG, FLORESPOS.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat menghimbau agar Gereja-gereja di NTT untuk jangan dahulu melakukan ibadah.

Hal ini dikarenakan eskalasi atau pertunbuhan jumlah pasien positif Covid-19 di NTT terus meningkat belakangan ini. Pada Rabu (20/5), pemerintah melaporkan ada 3 kasus baru, sehingga total menjadi 79 kasus, dengan 6 sembuh dan 1 meninggal dunia.

Menurut Viktor, bilamana kegiatan ibadah gereja-gereja kembali dibuka maka pihaknya akan sulit untuk mengendalikan kerumunan di Gereja dengan protap kesehatan Covid-19.

Melalui Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 NTT Marius Ardu Jelamu, Viktor menghimbau agar ibadah tetap dilakukan di rumah hingga pandemi ini berakhir.

Pernyataan ini disampaikan menyikapi surat dari Penasehat Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Indonesia, Pendeta John Adu yang menanyakan kapan Gubernur memberikan himbauan mulai berlakunya ibadah di Gereja secara normal.

Dalam surat itu, Pendeta John Adu berkaca dari surat keputusan Gubernur NTT yang menghimbau Aparatur Sipil Negara( ASN) untuk kembali aktif bekerja.

Menurutnya, apabila ASN kembali aktif bekerja, maka Gereja harus tetap melakukan ibadah dengan tetap menerapkan standar pencegahan Covid-19 dari protokol yakni memakai masker, mencuci tangan dan menyemprotkan disinfektan di dalam Gereja.

Sebelumnya, para pimpinan Gereja Kristen maupun Gereja Katolik dari berbagai keuskupan di wilayah NTT telah menghimbau umatnya untuk mengikuti anjuran pemerintah dengan tidak diadakannya misa dan kebaktian di Gereja-gereja meskipun pada hari raya.

Untuk Gereja Katolik, para uskup menghimbau melalui surat resmi kepada seluruh paroki, stasi-stasi dan lingkungan agar tidak mengadakan seluruh kegiatan keagamaan atau pelayanan yang melibatkan umat. Hal intu bermaksud menghindari kerumunan massa.

Para uskup menghimbau agar umatnya tetap melakukan ibadah secara pribadi dari rumah. Beberapa Gereja Katolik menayangkan misa secara live streaming sehingga hal ini mengobati kerinduan umat untuk mengikuti misa.

Marius memberikan apresiasi kepada pihak pimpinan Gereja di NTT yang selama ini telah mendukung pemerintah dalam upaya percepatan penanganan Covid-19.

Ia pun meminta agar umat tetap beribadah dari rumah, menjaga kesehatan dan mematuhi peraturan pemerintah dipertahankan selama pandemi ini.*