ENDE, FLORESPOS.ID – Demi kemanusiaan, Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota memutuskan untuk belum membuka kegiatan peribadatan di wilayah Keuskupan Agung Ende (KAE).

Karena itu, ia menghimbau seluruh umat Katolik se-KAE untuk tetap menjalankan ibadah di dan dari rumah masing-masing.

Hal itu disampaikan Uskup Sensi dalam perayaan Ekaristi memperingati Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus di Gereja Paroki Santo Yosef Freinademetz Mautapaga yang disiarkan secara live streaming melalui chanel Youtube Komsos KAE, Minggu (14/6).

Dalam arahannya, Uskup Sensi mengatakan bahwa Yesus Kristus sangat mencintai umat-Nya.

Karena itu, sebagai pengikut Kristus, kita diajak untuk mencintai martabat dan kehidupan sesama manusia.

Sungguh agung dan mulia martabat manusia sebagai biji mata Allah yang telah diciptakan menurut rupa-Nya.

Oleh karena itu, di tengah situasi pandemi Covid-19, dengan akselerasi kasus yang terus merangkak naik, aktivitas peribatan masih tetap dilakukan di rumah masing-masing.

Uskup Sensi: Hormati Martabat Manusia

Sebagai pimpinan Gereja KAE, Uskup Sensi mengajak seluruh umat KAE untuk menghargai martabat manusia dengan terus bersatu padu satu sama lain melawan Covid-19.

Uskup Sensi juga menyampaikan permohonan maaf kepada umat atas keputusannya tersebut, apalagi ketika Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sudah menerapkan “new normal” mulai 15 Juni ini.

Ia sungguh menyadari kerinduan umat untuk menghadiri perayaan ekaristi, tetapi demi keselamatan hidup manusia maka untuk saat ini perayaan ekaristi belum bisa dilaksanakan di gereja-gereja.

Menurutnya, kegiatan keagamaan yang menimbulkan kerumunan merupakan ancaman yang tidak kasat mata. Di tengah kerumunan potensi penularan Covid-19 sangat memungkinkan.

Uskup Sensi menegaskan bahwa untuk saat ini umat tetap bersabar dengan tetap menjalankan doa dan ibadat di rumah masing-masing sambil mengikuti perkembangan pandemi ini.

Ia juga mengajak umat se-Keuskupan Agung Ende untuk menerima himbauannya dengan sukacita.

Ia juga mengharapkan di masa “new normal” umat tetap menjalankan protokol kesehatan dari pemerintah dengan taat.

Di masa “new normal”, ada tiga Keuskupan yakni KAE, Keuskupan Maumere dan Keuskupan Larantuka yang belum mengizinkan umatnya untuk menjalankan peribadatan di gereja-gereja.

Sementara, Keuskupan Agung Kupang dan Keuskupan Ruteng telah menetapkan pemberlakuan peribadatan di gereja-gereja dan regulasi pastoral lainnya selama “new normal”.*