MAUMERE, FLORESPOS.ID – Pemerintah Kabupaten Sikka memutuskan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama selama masa pandemi ini.

Masa pandemi yang dimaksudkan Pemkab Sikka adalah tahun ajaran 2020/2021 yang akan dimulai Juli mendatang.

Keputusan itu disampaikan Bupati Robertus F. Diogo dalam acara penyerahan Bantuan Langsung Tunai di Desa Ribang, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Sabtu (13/6), melansir Pos Kupang.

Robby mengatakan bahwa kebijakan ini diambil karena masyarakat mengalami resesi ekonomi selama pandemi Covid-19. Resesi ekonomi global ini berdampak bagi kebutuhan ekonomi masyarakat.

Menurut Robby, pandemi Covid-19 menyebabkan sejumlah orangtua mengalami kesulitan dalam membiayai pendididkan anak-anaknya.

Untuk itu, Pemkab Sikka melalui Dinas PKO, Dinas Sosial, dan Dinas PMD akan melakukan kajian teknis dengan mempertimbangkan rekomendasi dari DPRD Sikka.

Salah satu cara/skema yang akan dibuat adalah memberikan subsidi dari dana APBD dan didukung dana BOS, KIP dan PKH.

Aturan Pembelajaran Online dan Tatap Muka

Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan menerapkan peraturan pembelajaran secara online dan tatap muka.

Kepala Dinas Dikbud Benyamin Lola mengatakan beberapa waktu lalu bahwa penerapan pembelajaran dari rumah ke rumah akan disesuaikan dengan level penyebaran Covid-19 dari setiap daerah.

Ia menegaskan bahwa keputusan tentang waktu sekolah dibuka kembali bukan semata-mata kewenangan Dinas Dikbud.

Namun demikian tetap mengikuti regulasi yang dikeluarkan dari Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat.

Untuk daerah level hijau proses belajar mengajar akan dilakukan secara terbatas dengan durasi waktu yang dipersingkat.

Di mana para rombongan belajar dibagi dalam kelompok kecil agar tidak terjadi kerumunan besar.

Selain itu, para siswa tidak diperkenankan meminjam buku dari perpustakaan dan peralatan pembelajaran dari sesama siswa.

Benyamin mengakui pihaknya saat ini sedang merancang strategi pembelajaran dan protokol kesehatan yang akan diterapkan di sekolah dan protokol pemanfaatan sarana dan prasarana.

Ia juga mengharapkan perhatian orangtua selama siswa berada di rumah dan berangkat ke sekolah.*