Nikita Mirzani jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik, Pengamat Beri Pesan Menohok
Nikita Mirzani - Foto: Okezone

Florespos.id Aktris Nikita Mirzani jadi tersangka dugaan pencemaran nama baik terkait kasus yang dilaporkan oleh Dito Mahendra.

Kabar mengenai penetapan Nikita Mirzani jadi tersangka dibenarkan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Serang, Rezkinil Jusa.

Baca juga: Indra Kenza Ngaku Tidak Berniat Membohongi dan Menipu Korban

“Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Serang, Rezkinil Jusa,” ujarnya dikutip dari Tribunseleb Dikutip Sabtu (25/6/2022).

“Setelah menerima ini, kami dari penuntut umum hanya menunggu pelimpahan berkas perkara tahap satu,” lanjutnya.

Rezkinil Jusa mengungkap bahwa Nikita Mirzani dikenai pasal menganai UU ITE.

“Kalau dari surat penetapan tersangka, pasal yang dikenakan tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau penulisan fitnah dengan tulisan sebagaimana dimaksud Pasal 311 KUHPidana,” jelasnya.

Pesan Menohok Pengamat

Sementara itu, pengamat media sosial dari Komunikonten Hariqo Wibawa Satria menjelaskan bahwa ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kasus Nikita Mirzani.

Dirinya menegaskan bahwa masalah pribadi tak perlu diumbar ke sosial media. Meskipun akun sosial media bersifat pribadi, namun segala hal yang diunggah selalu bisa dibaca oleh banyak orang.

“Akun medsos itu ya benar akun pribadi, tapi postingan di medsos baik di story maupun di feed itu sudah ranah publik,” jelasnya, pada Sabtu (25/6/2022).

Menurutnya, hal ini bisa menjadi berbahaya jika yang disampaikan di sosial media tidak terbukti benar.

“Semua bisa baca, kalau yang disampaikan tidak benar, fitnah, maka pihak yang merasa nama baiknya tercemarkan akan melaporkan,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah membagikan masalah pribadinya di jagat maya yang bisa dibaca oleh siapa pun.

Menurutnya akan lebih baik jika masalah tersebut diselesaikan dengan pribadi.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan media sosial ketika emosi sedang tidak stabil. Pasalnya, hal ini mungkin bisa berbuah hal yang tidak baik.

“Maka sebaiknya kembali ke zaman dulu sebelum adanya internet, ketika ada masalah pribadi dengan seseorang, sebaiknya jangan diumbar ke publik,” tegasnya.

“Kemudian jangan gunakan medsos ketika sedang marah, sedih, dan lain-lain,” kata dia.

“Termasuk saat lelah, ngantuk, karena bisa salah like, salah share, dan lain-lain,” sambung dia.

Artikulli paraprakIndra Kenza Ngaku Tidak Berniat Membohongi dan Menipu Korban
Artikulli tjetërIni Alasan Tiara Andini Ngaku Baper Saat Bermain Film Dengan Jefri Nichol