KUPANG, FLORESPOS.IDAnggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Irenius Frederik Taolin (IFT) alias Dedi (37), dibebaskan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kupang meski terbukti positif narkotika setelah menjalani pemeriksaan urine.

Pembebasan terhadap politisi Partai Hanura TTU itu dilakukan pada Minggu (21/6) bersamaan dengan seorang teman wanitanya (AHP).

“Kami bebaskan yang bersangkutan (IFT) kemarin, namun tetap wajib mengikuti program rehabilitasi di klinik BNN,” ujar Kepala BNN Kota Kupang Lino Do R Pereira, dalam konferensi pers di Kupang, Senin (22/6), mengutip Kompas.com.

Menurut Lino, mereka dipulangkan karena tidak cukup bukti. Khusus untuk IFT dan AHP, keduanya dikategorikan sebagai penyalahguna, artinya dalam beberapa bulan menggunakan narkotika.

Ia menjelaskan, berdasarkan pengembangan yang dilakukan selama 6×24 jam, hasil positif tersebut menunjukkan mereka menggunakan narkoba dalam beberapa waktu belakangan.

Adapun narkotika jenis sabu itu diperoleh AHP dari luar NTT melalui pengiriman udara atau pesawat, yaitu dari Jakarta.

BNN Tangkap Saat IFT Pesta Narkoba

Sebelumnya, IFT ditangkap karena diduga menggunakan sabu bersama dua orang wanita berinisial AHP (26) dan DL (19) dan seorang sopir berinisial IEL (29) di salah satu hotel di Kota Kupang.

Lino menerangkan, pada saat ditangkap dan dilakukan tes urine, IFT dan AHP dinyatakan positif methamphetamine atau sabu-sabu.

Sementara itu, dua orang lainnya, DL dan IEL, negatif. Setelah 1×24 jam diperiksa, keduanya pun dilepas.

“Mereka awalnya kami tangkap karena informasi dari masyarakat,” kata Lino dalam konferensi pers itu.

Secara terpisah, kuasa hukum IFT dan DL, Fransisco Bernando Bessi, mengatakan, sesuai surat perintah pelepasan Nomor: SP.Kap/01.b/VI/2020/ BNN Kota Kupang, tanggal 21 Juni 2020 dan Berita Acara Pelepasan, tanggal 21 Juni 2020, kliennya telah dilakukan interogasi dan bukan pemeriksaan secara pro justisia.

Menurut Fransisco, kliennya dipulangkan karena tidak cukup bukti, sehingga tidak ditahan sesuai ketentuan Undang-Undang.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terutama keluarga, sehingga klien kami bisa menjalani lagi aktivitasnya sebagaimana mestinya sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten TTU,” ungkapnya.*