LABUANBAJO, FLORESPOS.ID – Infrastruktur di Kawasan Wisata Super Premium Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Proyek pembangunan itu berupa peningkatan jalan dan jembatan, penataan trotoar dan drainase, sumber daya air, permukiman, dan perumahan. Proyek ini menelan dana Rp1,31 triliun dan dikerjakan sepanjang 2020.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, anggaran tersebut terbagi ke dalam beberapa bidang pengerjaan. Untuk bidang sumber daya air sebesar Rp67,7 miliar, antara lain untuk pembangunan sarpras pengaman pantai Loh Buaya Pulau Rinca.

Di bidang jalan dan jembatan membutuhkan dana sebesar Rp420,1 miliar untuk peningkatan jalan Kawasan Pariwisata Waececu dan pembangunan jalan akses pelabuhan.

Sementara di bidang permukiman sebesar Rp646,3 miliar untuk penataan Kawasan Pantai Marina-Bukit Pramuka dan penataan Kawasan Puncak Waringin.

Selanjutnya, di bidang perumahan sebesar Rp174,5 miliar untuk pembangunan baru rumah swadaya pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 315 unit.

Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang Ditjen Bina Marga juga telah memulainya dengan penandatanganan 5 paket pekerjaan.

Penandatangan kontrak dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.1 Provinsi NTT, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III David M Samosir dan Direktur Utama PT Floresco Aneka Indah Fransiskus Cristian Sumito, di Labuan Bajo, Rabu (26/2).

Penandatanganan itu meliputi empat paket Peningkatan Jalan dan Penataan Trotoar serta Drainase di KSPN Premium Labuan Bajo di Jalan Soekarno-Hatta Atas sepanjang 9,97 kilometer dengan anggaran sebesar Rp55,8 miliar.

Kemudian Jalan Soekarno-Hatta Bawah sepanjang 10,05 kilometer dengan anggaran Rp 41,6 miliar, Jalan Simpang Pede sepanjang 20,03 kilometer dengan anggaran sebesar Rp 84 miliar, Jalan Yohanes Sahadun sepanjang 20,23 kilometer dengan anggaran Rp 46,7 miliar, serta satu paket Peningkatan Jalan Kawasan Pariwisata Waececu sepanjang 4 kilometer, dengan anggaran Rp21,7 miliar.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang Muktar Napitupulu berharap agar semua pihak yang terkait dalam pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo serius mengerjakannya hingga tuntas.

“Paket ini tidak main-main, sehingga semuanya harus disiapkan secara serius dan nanti detail pekerjaan akan kita bahas bersama semua pihak yang terkait,” katanya.

Muktar berharap agar rekanan yang memenangkan tender dapat mengerjakan proyek infrastruktur hingga tuntas sesuai spesifikasi, karena wajah infrastruktur jalan di Labuan Bajo ditentukan oleh Jalan Soekarno-Hatta Atas dan Jalan Soekarno-Hatta Bawah.

Seluruh pekerjaan diharapkan berakhir pada 31 Desember 2020.*

Sumber: tempo.co