Jakarta, Florespos.idSetelah dinyatakan lolos sampai babak final ajang Indonesia-United States 70th Youth Ambassadors, Maria Helena Yesenia Jimmy berharap mendapatkan kesempatan berjalan-jalan untuk kedua kalinya ke negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS), sebagai salah satu duta muda (Young Ambassador).

Saat ini, alumna SMAK Frateran Maumere, Flores-NTT itu sedang berada dalam 20 besar. Pada akhir bulan ini, akan diumumkan 10 peserta terbaik yang bakal mewakili Indonesia untuk mengenal kebudayaan dan kondisi sosial masyarakat ekonomi terkuat dunia itu selama 3 minggu, yaitu pada Oktober- November 2019.

Harapan itu muncul ketika dirinya dinyatakan lolos seleksi awal pemilihan duta muda Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Universitas Pendidikan Nasional Denpasar dalam ajang yang memperingati 70 tahun hubungan bilateral Indonesia-Amerika Serikat.

Pada seleksi tahap pertama terdapat 548 peserta yang melamar, pada tahap pertama semua peserta diwajibkan untuk menulis essay dalam Bahasa Inggris bertemakan 70 Years Indonesia-USA Diplomatic Relations; What’s Next? Maria Yesenia pun menulis essay dengan judul Strengthening Democratic Values, Pancasila, and Civil Society as the Key to Harmony and Sustainability of Indonesia-America Bilateral Relations.

Yesenia berhasil lolos dalam seleksi tahap pertama, dan memasuki tahap kedua hanya tersisa 60 peserta yang lolos dan memasuki seleksi tahap ketiga tersisa 20 orang yang lolos.

Kemudian, Yesenia menjalani seleksi tahap ketiga yang diadakan di Jakarta tepatnya di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada 17-20 Juni 2019 lalu.

Ada beberapa tahap seleksi yang diikuti selama di Jakarta, yakni tes psikologi, diskusi kelompok, presentasi kelompok, serta cultural performance di mana Yesenia mengenakan pakaian adat Maumere.

Dari pengalaman itu, ia mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan baru karena selama seleksi peserta diberikan materi yang berhubungan dengan diplomasi internasional. Selain itu, Yesenia juga mendapat ilmu penting lainnya seperti International Etiquette.

Ia pun berkesempatan untuk menghadiri sebuah diskusi di At America Pacific Place Jakarta bertemakan leadHERship-A conversation on Women’s Empowerment dengan pembicara Marie Royce (Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Pendidikan dan Kebudayaan), Caroline Casagrande (Wakil asisten sekretaris), Rosita Tandos (Balqis Foundation Indonesia), Fransiska Oetami (Founder ClevioCoder Camp), dan Christina Suriadjaja (Founder Travelio.id).

Indonesia-US 70th Youth Ambassadors sendiri adalah program kolaborasi antara Outstanding Youth for the World (OYTW) dari Pemerintah Indonesia dan International Visitor Leadership Program (IVLP) dari Pemerintah Amerika Serikat.

OYTW telah diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri sejak tahun 2011,dengan mengirimkan para pemuda-pemudi Indonesia yang berprestasi keluar negeri, guna memperluas jejaring dan wawasan.

Sementara, IVLP adalah program utama pertukaran profesional yang telah diselenggarakan oleh Department of State (DoS) sejak tahun 1940. Melalui kunjungan singkat ke AS, para peserta akan berdiskusi langsung dengan counterparts. Indonesia telah berpartisipasi pada program IVLP sejak tahun 1952.*