JAKARTA, FLORESPOS.ID – Laporan resmi pemerintah per Minggu (22/3) menyebutkan jumlah kasus virus corona di Indonesia sudah mencapai 514 kasus, dengan 48 orang meninggal dan 29 lainnya sembuh.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, dengan meningkatnya jumlah kasus corona di Indonesia, masyarakat diminta agar tetap waspada dan mentaati himbauan pemerintah atau otoritas resmi.

Yurianto menandaskan, yang paling diwaspadai dari penyebaran virus corona adalah bahwa orang yang terinfeksi virus ini tidak memperlihatkan kondisi sakit secara kasat mata.

“Karena kita sadari bahwa tidak seluruh orang yang di dalam tubuhnya ada virus COVID-19 memberikan gambaran sakit,” katanya di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (22/3).

Yurianto menuturkan dari kasus positif COVID-19 yang ditemukan di Indonesia saat ini, sering didapati pasien dengan keadaan sakit ringan sehingga merasa tidak sakit atau bahkan tanpa gejala sama sekali.

Dengan tidak menunjukkan gejala sakit, seseorang bisa berpikir kalau dia tidak terinfeksi virus COVID-19, alhasil akan menularkan kepada orang lain jika tidak menjaga jarak aman.

Untuk itu, harus dilakukan upaya antisipasi bersama dengan mengikuti upaya mengendalikan penularan COVID-19 melalui cara menjaga jarak aman antar-orang.

Sebabai upaya preventif, Yurianto mengajak seluruh masyarakat untuk menyadari bagaimana seharusnya bersikap di dalam menghadapi pandemi global COVID-19.

Termasuk diantaranya menjaga kesehatan dan kebersihan, mengisolasi diri jika merasa sakit dan segera memeriksakan diri ke dokter sehingga secara bersama-sama bisa mengurangi aspek kemungkinan penularan antar-orang.

Jika tidak ditaati, maka penularan COVID-19 sangat rentan terjadi karena percikan cairan pernapasan bisa sampai kepada orang lain saat melakukan kontak dekat dan berkumpul.*