LARANTUKA, FLORESPOS.ID – Warga di beberapa desa di Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur termakan hoaks atau berita bohong mengenai petuah bayi ajaib untuk menangkal dan menyembuhkan virus corona.

Mengutip pemberitaan Liputan6.com, Kamis (4/6), banyak warga desa pada awal pekan ini ramai-ramai merebus telur ayam lalu mengkonsumsinya untuk menangkal Covid-19.

Menurut informasi yang beredar di tengah masyarakat, telur ayam itu diketahui bisa membunuh atau menangkal virus corona.

Meski informasi tersebut bukan berasal dari otoritas kesehatan atau otoritas politik, mereka melakukannya tanpa mencek kebenarannya.

Dari pesan teks di media sosial warga, diketahui bahwa informasi bohong tersebut berasal dari beberapa warga Flores Timur yang berada di Kupang, Ambon dan Papua.

Dalam informasi tersebut, disebutkan bahwa ada seorang bayi yang baru lahir di Ambon. Aneh bin ajaib, bayi tersebut sudah bisa bicara saat tali pusarnya belum putus.

Dalam petuahnya, sang bayi meminta warga harus mengonsumsi telur ayam di tengah malam jika ingin selamat dari virus corona.

Informasi bohong tersebut memberi harapan di tengah ancaman nyawa karena virus corona. Tanpa melakukan validasi, semua warga desa pun bergegas mencari telur ayam untuk memakannya.

Tentu, informasi tersebut membuat heboh seantero kampung. Mereka bangun tengah malam, membangunkan keluarga mereka untuk merebus telur ayam, menggedor kios-kios dan membangunkan penjual hanya untuk memperoleh telur ayam.

Anehnya, telur ayam tersebut harus direbus dan dimakan pada malam ketika mereka menerima kabar bohong itu. Esoknya, telur ayam itu tidak lagi mujarab menangkal corona.

“Informasi ini dalam sekejap menyebar ke desa. Kami semua harus rebus telur ayam lalu makan. Harus malam ini, karena kalau dimakan besok dan seterusnya itu sudah tidak bisa lagi tangkal corona,” ujar Gusti salah satu warga, Selasa (2/6).

Meski begitu, warga di Desa Horowura, Adonara Tengah, Donatus masih khawatir dan tidak percaya dengan informasi tersebut. Ia melihat ada keanehan dalam respon warga di desanya.

Ia amat menyayangkan literasi informasi masyarakat yang cepat termakan hoaks, meski mereka sendiri tidak tahu kebenarannya.

“Bayangkan apa yang terjadi kalau misalnya ada warga yang punya riwayat penyakit yang harusnya dia tidak boleh makan telur ayam lalu dia terpaksa makan hanya karena panik dengan corona. Atau ada orang yang punya riwayat jantung yang tidak sehat saat dibangunkan tengah malam secara mendadak lalu dia tiba-tiba serangan jantung? Ini bahaya,” katanya.

Hoaks Disinfektan

Pekan lalu, masih di daerah yang sama, ada seorang kakek mengingatkan cucu-cucunya di sebuah kampung di Adonara untuk mengangkat jemuran di luar rumah karena pada malam harinya pemerintah Malaysia dan Singapura akan menyemprot cairan disinfektan dari udara.

Beberapa warga yang percaya dengan informasi ini pun mengangkat jemuran di luar rumah dan melarang anak-anak keluar rumah.

“Saya dengar begini karena dapat informasi lewat telepon dari istri saya di Malaysia,” ujar Gusti.

Mengapa informasi yang beredar dengan cepat melalui media sosial begitu cepat dipercaya karena di tengah kegelisahan terhadap virus corona, masyarakat harus mencari jalan keluar untuk melawannya.

Padahal, tidak ada satu pun hasil penelitian yang menyatakan telur ayam bisa menangkal corona.

Informasi mengenai pemerintah Malaysia dan Singapura semprot disinfektan pun merupakan hoaks yang sengaja diciptakan orang.

Muncul Pertama Kali di Sultra

Sebelumnya, kabar bohong mengenai konsumsi telur ayam sebenarnya pertama kali muncul di Sulawesi Utara, 25 Maret lalu.

Melansir Tribun Manado, berita mengenai bayi baru lahir dan langsung berbicara menjelaskan cara mencegah virus corona, terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sultra.

Sang bayi ajaib mengatakan bahwa obat pencegah terinfeksi Virus Corona dengan memakan sebutir telur yang direbus.

Bayi tersebut diklaim memberikan cara terhindar dari virus corona dengan masak dan makan sebutir telur sebelum jam 12 Malam atau pukul 00.00 WITA.

Bayi tersebut dikabarkan berasal dari Desa Pantuge, Kecamatan Kabaruan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Banyak orang tampaknya mempercayai hoaks tersebut dan membagikannya. Hoaks ini menghebohkan hingga ke berbagai daerah di Kabupaten Talaud dan menyebar hingga ke Jawa.

Beberapa warga di Madura, Jawa Timur, pada April lalu sempat mengikuti praktik penangkalan corona sang bayi ajaib itu.

Namun pihak kepolisian dari Polsek Kabaruan di Sultra membantah peristiwa tersebut terjadi di Desa Pantuge, Kecamatan Kabaruan Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

”Tidak benar, 100 persen itu hoaks, di desa Pantuge tak ada kejadian yang seperti dirumor tersebut, yang saya ketahui berita tersebut ada juga menyampaikan bahwa dari Singkawang”, ujar Kapolsek Kabaruan AKP Ferry Padama.

Dia mengingatkan masyarakat lewat media sosialnya terkait kabar bohong tersebut. “Jangan mudah percaya dengan isu tidak jelas. Bijaklah bermedsos. Gunakan iman, hikmat dan akal sehat.”

Telur memang merupakan salah satu sumber protein bagi tubuh. Telur sudah menjadi bahan makanan penting yang dibutuhkan sehari-hari. Banyak olahan makanan yang menggunakan telur.

Namun ia bukan cara untuk menangkal virus corona. Sebab sampai saat ini, belum ada satupun pakar yang menemukan obat atau vaksin untuk membunuh virus corona.*