KUPANG, FLORESPOS.ID – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat berkeinginan agar seluruh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang tersebar di NTT dapat dimanfaatkan kembali secara baik demi mengembangkan potensi sektor peternakan.

Hal ini disampaikan Viktor saat bertatap muka dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang NTT di Kupang, Senin (8/6).

Dalam kesempatan itu, Viktor meminta agar PDHI kembali mengelola Puskeswan yang selama ini kurang mendapat perhatian.

Menurutnya, ada banyak putra-putri asal NTT lulusan Fakultas Kedokteran Hewan yang memilih untuk berkarya di daerah lain karena kurang diberdayakan.

Ia optimis bahwa NTT akan menjadi provinsi kaya dari sektor peternakan pada masa pemerintahannya.

Karena itu, politisi Partai Nasdem itu menegaskan bahwa NTT harus mempunyai ternak sapi yang berkualitas. Namiun ia mengharapkan adanya kerja sama yang baik antarsektor.

Siapkan Anggaran

Melihat potensi pembiakan ternak di Provinsi NTT yang cukup baik, Viktor mengatakan pihaknya akan menyiapkan anggaran untuk pengembagan Puskeswan tersebut.

Kepada para kepala dinas melalui tenaga-tenaga ahlinya, Viktor meminta agar lebih aktif melakukan riset dan inovasi yang membangun di lapangan.

Menurutnya, kolaborasi antarsektor ini harus dilakukan setiap hari secara terstruktur dan tepat sasaran.

Ia pun berjanji akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait rencana ini agar dapat berjalan maksimal.

Di samping itu, Viktor meminta agar PDHI meningkatkan kualitas pelayanannya dengan mendesain secara baik setiap program.

Sebab, kata Viktor, Pemprov NTT akan siap mendukung sepenuhnya program-program dari PDHI.

Risiko Penularan Penyakit

Sementara itu, Ketua PDHI Cabang NTT Maxs UE. Sanam mengatakan bahwa kehadiran dokter hewan di NTT bukan hanya sebatas menyuntik hewan, melainkan sebagai penjaga kestabilan hewan di NTT.

Menurutnya, persoalan mendasar yang menjadi penyebab ketidakstabilan hewan ternak di NTT adalah risiko penularan penyakit pada hewan.

Selain itu, ada juga penularan penyakit hewan pada manusia yang meresahkan masyarakat.

Ia mengatakan ada dua macam penyakit yang sering dialami masyarakat, yakni Rabies melalui anjing dan Anthrax melalui sapi.

Maxs sangat mengharapkan Pemprov NTT dapat menyediakan fasilitas laboratorium hewan yang memadai agar pihaknya dapat bekerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki.

Maxs mencontohkan kekurangan sarana pemeriksaan sampel Rabies dan Anthrax yang harus dikirim ke Semarang dan Bandung.*