JAKARTA, FLORESPOS.ID – Tujuh srikandi asal kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) diberangkatkan ke India untuk mengikuti pelatihan perakitan listrik tenaga surya (LTS) di Barefoot College, Tilonia, Rajashtan, India.

Program pelatihan ini akan berlangsung selama enam bulan di kampus Barefoot College India, yaitu sejak September 2019 hingga Februari 2020.

Pelatihan LTS merupakan kerja sama antara Pemerintah India melalui Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC), Barefoot College International (India) dan Yayasan Wadah Titian Harapan (Wadah Foundation) yang berbasis di Jakarta.

Melansir linimasi Wadah Foundation, adapun ketujuh “Solar Mama” baru tersebut akan belajar cara merakit, memasang instalasi dan memperbaiki LTS bersama dengan para teknisi di India.

Ketujuh srikandi terpilih tersebut berasal dari lima desa di Kecamatan Aesesa, Nagekeo. Mereka adalah Marselina Nena (Desa Tedamude), Paulina Toyo (Desa Renduola), Yohana Tawa (Desa Tedamude), Albina Bai (Desa Pagomogo), Elisabeth Ndaru (Desa Mbay II), Florida Teang (Desa Tedamude), dan Ludgardis Tibu (Desa Tedakisa).

BacaMasyarakat Toto-Wolowae Punya Cara Unik Rayakan HUT RI ke-74

Bertemu Dubes India di Jakarta

Sebelum berangkat ke India, ketujuh wanita Nagekeo tersebut berada di Kedutaan Besar India di Jakarta. Didampingi oleh pengurus Wadah Foundation, para duta terang tersebut diterima dengan hangat oleh Duta Besar India, Mr. Pradeep Kumar Rawat.

Pertemuan tersebut semakin memantapkan keyakinan mereka akan manfaat program dalam memerbaiki masa depan pribadi, keluarga dan komunitasnya.

PIC (Person in Charge) Wadah Foundation Kabupaten Nagekeo Yohanes Siga sebelumnya meyakinkan mereka bahwa pelatihan tersebut merupakan pekerjaan yang tidak mudah.

“Ketika pertama kali menghubungi pemerintah desa dan keluarga, tantangan terberatnya adalah isu dan trauma terkait human trafficking dari banyak kasus selama ini. Sementara tawaran datang dalam waktu singkat,” kata Yan, Selasa (10/9).

Menurut Yan, para srikandi tersebut punya kemauan keras sehingga sangat membantu proses administrasi awal, misalnya mulai dari pengurusan administrasi kependudukan, pemeriksan kesehatan hingga pengurusan paspor.

“Sebenarnya jatah kita sepuluh orang, hanya masih ada tiga orang lagi yang perlu didekati dengan lebih baik untuk bisa menyusul ke sana,”lanjutnya.

Pemda Dukung Pelatihan Listrik Tenaga Surya

Sebelum berangkat ke Jakarta, pada hari Sabtu (7/9), Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do melepas rombongan di Rumah Jabatannya di Mbay.

Bupati Don mengatakan bahwa ia telah mengenal roh dari program yayasan tersebut melalui acara di sebuah stasiun televisi.

“Saya pernah nonton di acara National Geography, program untuk orang miskin di India, suami-suaminya pergi merantau, terdapatlah perempuan-perempuan tangguh yang harus atau terpaksa tetap tinggal di desa, sambil membesarkan anak-anak,” katanya.

Dalam berbagai kesempatan pun, Bupati Don sendiri selalu menyerukan keberpihakan yang lebih besar bagi perempuan melalui penyediaan sarana-prasarana yang memudahkan pekerjaan seorang ibu rumah tangga.

Program riilnya adalah gerakan membangun rumah mulai dari belakang: dapur sehat, tandon air, kamar mandi/WC bersih, gudang bahan bakar, gudang pangan dan petak sayur.

Menurut Bupati Don, dengan begitu pekerjaan Ibu sudah menjadi lebih mudah dan membuat mereka lebih sehat. Jika Ibu sehat maka anak yang dilahirkan dan dibesarkan juga akan sehat.

Diinisiasi Wadah Foundation

Program yang difasilitasi Wadah Foundation ini, pertama kali diluncurkan pada tahun 2013 dengan mengirim 8 perempuan ke India.

Sejauh ini Wadah sudah memfasilitasi 4 angkatan dengan jumlah tidak kurang dari 24 perempuan, di antaranya 13 sudah kembali ke desanya dan menerapkan ilmu dan keterampilan yang mereka peroleh dari India.

Bulan ini bersamaan dengan keberangkatan tujuh calon srikandi baru, ada 4 perempuan yang sudah berada di India sejak Maret 2019 dan telah menyelesaikan pelatihannya pada September ini. Mereka akan segera kembali ke tanah air untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan LTS di desa mereka.

Keempat srikandi itu adalah Susana Maima dan Ariance Manilang dari Desa Talwai dan Agustina Maufani dari Desa Tasi, Kabupaten Alor. Sedangkan Serli Sanam berasal dari Desa Koa, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Wadah Foundation merupakan yayasan internasional milik Anie Hashim Djojohadikusumo yang berbasis di Jakarta.

Misinya adalah memberdayakan ibu-ibu untuk membantu diri mereka sendiri dan menciptakan masa depan yang lebih baik untuk keluarga dan komunitas serta menolong perempuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, pendidikan, komunitas dan kebudayaan.

Selama satu dasawarsa berdiri telah berkarya di berbagai wilayah nusantara. Berkat kerja sama dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa, Nagekeo menjadi kabupaten sasaran kedua, di samping kabupaten Sikka yang sudah lebih dahulu mengirim wargaya pada tahun 2013 silam.*