JAKARTA, FLORESPOS.ID – Seorang perempuan bernama Tri Susanti sosoknya kini tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, Tri Susanti diduga menjadi biang kerusuhan di tanah Papua sejak penggerebekan terhadap asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

Tri Susanti diduga adalah calon legislatif (Caleg) Partai Gerindra yang gagal pada Pemilu April kemarin. Pekan lalu mengaku adanya sebuah bendera yang dibuang ke selokan depan Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan, Surabaya.

Netizen pun mempertanyakan alasannya berada di depan Asrama Mahasiswa Papua Surabaya saat itu.

Karena kehadirannya di Asrama Papua itulah, yang membuat perempuan paruh baya itu akhirnya diundang oleh Polda Jatim, Selasa (20/8), bersama sejumlah perwakilan organisasi masyarakat (ormas) lain yang kedapatan menggeruduk asrama pada waktu itu.

Pemanggilan itu dilakukan untuk meredam potensi protes agar konflik yang terjadi di Asrama Mahasiswa Papua di Jl Kalasan Surabaya beberapa waktu lalu itu tidak jadi semakin menggelora besar.

Beberapa ormas juga turut dipanggil bersama Tri, seperti Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI), Pemuda Pancasila, dan Front Pembela Islam (FPI) yang pada waktu itu menggeruduk asrama mahasiswa Papua.

Sebenarnya tidak jelas benar informasi bendera dibuang ke selokan tersebut berasal dari mana, namun Tri meyakininya saat itu sehingga mendatangi Asrama Mahasiswa Papua.

Mereka yang menggeruduk asrama saat itu mengaku mengetahui peristiwa tersebut dari pesan berantai hanya dari WhatsApp Grup.

Sosok Tri Susanti viral karena pernyataannya soal bendera yang dibuang ke selokan saat dia berada di depan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, seolah benar-benar ada.

Temuan Netizen sangat mengejutkan ketika menyandingkan gambar Tri dengan perempuan saksi sengketa pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi (MK), yang ternyata sangat mirip.

Waktu itu, terduga Tri Susanti memberi kesaksian untuk menguntungkan calon presiden Prabowo Subianto.

Kita tidak tahu motif yang jelas dari tindakan Tri dan FPI serta FKPPI dan Pemuda Pancasila di Surabaya yang mengeruduk Asrama Mahasiswa Papua, yang kemudian menjadi menimbulkan chaos di daerah Manokwari dan sekitarnya.*