Jakarta, Florespos.idPerusahaan mobil Jepang Toyota menyatakan keinginannya untuk meningkatkan investasinya di Indonesia hingga total investasi senilai Rp28,3 trilun selama periode 2019-2023.

Hal itu disampaikan Presiden Toyota Akio Toyoda usai mengikuti Round Table Business Meeting dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan di Jepang, Kamis (27/6).

“Dalam kurun 2019-2023 kami akan meningkatkan investasi hingga Rp28,3 triliun,” kata Akio.

Menurutnya, Toyota juga menyatakan siap untuk berinvestasi dalam pengembangan kendaraan listrik namun akan dimulai secara bertahap melalui pengembangan kendaraan hybrid sesuai dengan roadmap yang mereka miliki.

“Karena Pemerintah Indonesia telah memiliki peta jalan pengembangan Electric Vehicle (EV) sehingga Toyota menilai Indonesia pantas sebagai tujuan investasi EV karena pangsa pasar yang tinggi dan mempunyai leadership pemerintahan yang kuat,” pungkasnya.

Kesepakatan Kerjasama Pengawasan Sampah Plastik

Selain bertemu dengan direksi Toyota, Menko Luhut juga melakukan lawatan bilateral Menteri Lingkungan Hidup Jepang Yoshiaki Harada di Osaka, pada saat menjelang pertemuan G20 Summit tanggal 28-29 Juni 2019, pada Kamis (27/6).

Dalam pertemuan itu, disepakati kerja sama dalam pengawasan sampah plastik laut yang dimuat dalam sebuah pernyataan bersama (Joint Statement) antara Menko Luhut dan Menteri Lingkungan Hidup Jepang Yoshiaki Harada.

Isi pernyataan tersebut antara lain proyek percontohan bersama antar kedua negara sebagai implementasi petunjuk pengawasan mikroplastik yang telah disusun oleh Jepang, kerja sama saling tukar menukar informasi dan mengembangkan petunjuk untuk memonitor sampah plastik laut berdasarkan temuan dari proyek percontohan bersama.

Selain itu, disepakati juga sebuah pelatihan di Jepang untuk meningkatkan kapasitas bagi peneliti Indonesia dalam metodologi monitoring sampah laut.*