Jumlah kunjungan wisatawan ke puncak bukit Weol – Flores, bisa mencapai 50 – 100 orang setiap harinya. Jumlah itu bahkan meningkat di hari liburan sekolah atau liburan hari raya. Ada apa di puncak Weol?

Ternyata, dari Puncak Weol kita bisa melihat 11 hamparan sawah lodok berbentuk jaring laba-laba yang ada di delapan kampung di Desa Meler, Cancar, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT.

Kesebelas sawah lodok tersebut adalah Lingko Molo, Lingko Lindang, Lingko Pong Ndung, Lingko Temek, Lingko Jenggok, Lingko Lumpung, Lingko Purang Pane, Lingko Sepe, Lingko Wae Toso, Lingko Ngaung Meler serta Lingko Lumpung II.

Blasius Nogot, seorang warga Cancar menjelaskan, untuk mencapai puncak bukit, dari pondok miliknya, pengunjung harus menapaki 250 anak tangga yang dibuat dari tumpukan tanah yang menggunakan bambu sebagai penahan mengikuti jalan. Sebelum ke puncak bukit Weol, wisatawan harus membayar 10 ribu rupiah seorang.

“Jalan ini saya buat sendiri agar wisatawan tidak terlalu sulit mendaki puncak bukit dengan kemiringan sekitar 30 derajat sebab bila jalan tidak dibuat berkelok maka wisatawan akan kesulitan mencapai puncak bukit sejauh sekitar 400 meter,” tutur Blasius seperti dikutip situs Mongabay Indonesia.

Ramainya kunjungan wisatawan tersebut juga dilihat warga setempat sebagai peluang usaha. Di sana, warga menjual kerajinan tangan seperti kain sarung yang dijual seharga 300 sampai 500 ribu rupiah serta selendang dihargai 100 ribu rupiah.

“Wisatawan yang datang kebanyakan berasal dari luar negeri. Setelah mengunjungi destinasi wisata di Labuan Bajo seperti pulau Komodo dan Rinca, wisatawan datang ke Cancar dan berkunjung ke kampung adat Wae Rebo di Kabupaten Manggarai,” ungkap Maria Rista, salah seorang warga yang terlibat dalam pengelola wisata.

Spiderweb Ricefield

Sawah Lingko berbentuk mirip dengan jaring laba-laba ini merupakan salah satu ikon wisata Pulau Flores di seputaran Ruteng yang menjadi spot foto favorit wisatawan. Lokasinya yang berada dipinggir jalan utama Pulau Flores menjadikan tempat ini menjadi tujuan wisata paling mudah dikunjungi.

Jika ditempuh dari Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai, Lingko Cara bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Sedangkan, jika ditempuh dari Labuan Bajo membutuhkan waktu 3 jam lebih untuk mencapai lokasi ini.

Untuk melihat sawah ini, wisawatan harus menaiki bukit Weol. Dari sana, pemandangan sawah lodok bisa terlihat jelas untuk diabadikan ke dalam kamera.