JAKARTA, FLORESPOS.ID – Siang itu terasa suhu udara cukup panas sekitar 30 derajat Celsius. Setelah membaca postingan Florespos.id tentang “Listrik di Paumere: sebuah Ranjau Darat?”, saya menggulung halaman Facebook dan melihat satu video yang dibagikan dari Nail Art. Judul video itu adalah “The Talented Girl”.

Orang yang membagikan video itu memberikan komentar: “Jagoan nih…sgt tepat”. Saya terpesona oleh penampilan awal gadis itu yang melempar empat jenis barang berbeda pada empat tong sampah dalam sebuah ruangan. Keempat barang itu masuk sesuai dengan jenis peruntukkan tong sampah yang ada.

Kemudian seorang petugas kebersihan memeriksa apa yang telah dibuang gadis itu dan mengangkat jempol atas talenta yang dimiliki gadis itu. Pada adegan pertama itu sudah bisa langsung dimengerti apa pesannya.

Pembuat video itu tidak hanya menyampaikan pesan tentang kebersihan lingkungan atau rumah, tetapi juga pesan tentang keteraturan. Keteraturan itu bukan hanya soal barang-barang yang berguna untuk kehidupan manusia, tetapi juga bahkan terkait dengan barang-barang atau hal yang sudah tidak berguna lagi. Semua mesti tetap teratur dan disimpan pada tempat masing-masing.

Adegan kedua berlatar ruangan makan. Seorang pria yang duduk di depan gadis itu membutuhkan alat pembuka botol bir. Tampak pria itu meminta alat pembuka itu pada pelayan restoran agar membawakan alat pembuka itu. Tanpa banyak bicara gadis itu membuka botol itu dengan handphone-nya.

Nilai yang berhasil disampaikan dalam adegan ini adalah kecepatan untuk menolong orang yang membutuhkan bantuan. Tindakan untuk menolong orang dengan cepat selalu memiliki risiko. Oleh karena tindakan itu memiliki risiko, maka pelaku tindakan itu harus memiliki kesiapan untuk berkorban. Ia mungkin akan dirugikan. Inilah yang namanya cinta.

Pada adegan ketiga, gadis bertalenta istimewa itu membuka bungkusan lalu melempar ke kulkas dan dan juga sebuah jeruk untuk dibuatkan minuman.

Nilai yang disampaikan adalah memang tidak hanya peran dari kaki yang sama dengan tangan, tetapi juga soal kemampuan untuk memilah-milah. Tampak sekali bahwa kemampuan itu penting sekali terkait dengan skala prioritas. Orang harus bisa memilah-milah, mana yang mesti diutamakan dan mana yang mesti disimpan.

Adegan ini bisa menjadi inspirasi untuk mencapai gagasan “Indonesia Maju” Jokowi. Jika mau Indonesia ini maju, aparat pemerintah mesti mengerti realitas masyarakat lalu menentukan skala prioritas pembangunan secara merata, bahkan yang terkecil dan terisolasi itu harus menjadi prioritas.

Adegan keempat, gadis ini mulai menata ruangan dengan bunga dan juga gantungan gambar yang tepat pada dinding. Aspek keindahan mesti juga diperhitungkan dalam mengimplementasikan gagasan Indonesia maju. Tidak cukup jika suatu kemajuan itu tanpa ada nilai estetis yang dibawa serta. Bagaimana pun kemajuan itu diusahakan yang disertai dengan nilai estetika akan menjadi suatu sejarah sendiri. Sejarah tentang suatu peradaban yang dibangun dengan memperhitungkan nilai seni di dalamnya.

Karena itu, proyek pembangunan di desa-desa yang memiliki dana ratusan juga mesti juga memperhitungkan aspek kerapian dan seni. Mengapa demikian? Jika aspek seni itu diabaikan, maka kesan dan ukuran hanyalah asal-asalan. Seni itu akan menampilkan nilai keseriusan, kepedulian, totalitas dan kualitas dari suatu pekerjaan dan bukan asal jadi saja. Coba lihat cara kerja proyek-proyek di desa-desa sekarang ini.

Adegan kelima, gadis itu memberi seekor ikan kepada seekor kucing. Sesi ini adalah adegan tentang kepedulian terhadap yang lain di sekitar kita. Tidak cukup membicarakan kemajuan Indonesia ini, tanpa ada kepedulian yang konkret.

Itu berarti, pesan kepedulian itu harus nyata bukan hanya peduli kepada sesama manusia, tetapi juga lingkungan alam dan hewan. Atmosfer keharmonisan manusia, tumbuhan dan hewan itu harus diperhitungkan semua dalam rancangan pembangunan menuju Indonesia maju.

Adegan keenam, gadis itu mengembalikan galon air yang jatuh di depannya. Pesannya sederhana tetapi penting untuk dikritisi. Air menjadi kebutuhan yang utama. Kebutuhan air bersih mesti menjadi prioritas pembangunan untuk mencapai Indonesia maju.

Adegan ini bisa menjadi sebuah ironi, ketika sekian besar dana yang dihabiskan untuk proyek air namun terlihat galon-galon kosong itu berjatuhan karena kekurangan air. Mengapa dana untuk pembangunan air di desa-desa itu tidak efektif berguna menghadirkan air bersih bagi masyarakat?

Masyarakat di Desa Kerirea sempat terhibur mendengar bahwa ada dana masuk sebesar Rp480 juta untuk pengadaan prasarana air hingga Desember 2019 nanti.

Namun, mereka juga cemas apakah dana sebesar itu bisa efektif mengubah kondisi kekurangan air di Desa Kerirea. Kemajuan Indonesia mesti juga diukur bersama dengan pemerataan pembangunan di tingkat desa. Dan air bersih adalah kebutuhan yang tidak kalah pentingnya dengan rumah layak huni, infrastruktur jalan, listrik, dan jaringan telekomunikasi.

Adegan ketujuh, gadis itu menyelamatkan seorang pria yang sedang dibohongi orang lain. Tindakan penyelamatannya adalah bentuk kepedulian yang unik. Dia menyediakan sarana pengganti yang aman dan nyaman agar pria itu tidak jatuh ke lantai.

Kemajuan Indonesia tidak bisa dicapai dengan cara sulap dalam sekejap, tetapi membutuhkan keberanian untuk mengganti fasilitas yang sudah banyak dibohongi atau ataupun dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Adegan ini menaruh pesan peduli bagi para pemimpin atau aparat pemerintah agar memiliki rasa memiliki dan feeling untuk keselamatan masyarakat Indonesia. Karena itu, sangat penting bahwa tidak ada lagi logika kesengajaan dan pembiaran untuk mencelakakan masyarakat. Target pembangunan adalah juga target untuk keamanan dan keselamatan.

Adegan kedelapan, gadis itu mengembalikan handphone seorang pria yang tertinggal di tangga masuk ke sebuah gedung. Pesan adegan ini sungguh amat penting yakni pesan kejujuran. Jika gadis ini adalah aparat pemerintah, atau kontraktor, pelaksana harian proyek-proyek di desa-desa, maka kemajuan Indonesia ini bukan lagi sebuah utopia saja melainkan suatu kenyataan yang akan segera terwujud.

Kejujuran adalah nilai yang penting agar keadilan dan pemerataan pembangunan bisa dirasakan oleh semua. Pesan lain dari adegan ini adalah pesan tentang transparansi komunikasi. Gadis itu mengembalikan sebuah handphone agar komunikasi bisa terus berjalan normal dan bukannya menyembunyikannya agar komunikasi menjadi putus atau tidak berjalan.

Delapan adegan dalam video “The Talented Girl” memang sangat menarik untuk dicermati, apalagi dalam konteks merayakan hari peringatan 74 tahun kemerdekaan Republik ini.

Memperingati kemerdekaan akan menjadi momen penuh hikmat, jika ada hal yang direnungkan sebagai percikan dari impian dan kenyataan bangsa ini baik itu hari ini maupun akan datang nanti.

Talenta anak bangsa ini akan menjadi kekuatan bangsa, jika nilai dan pesan dari delapan adegan di atas dihayati dan dihadirkan dalam kenyataan sehari-hari. Kreativitas, kecekatan menanggapi peluang, kepedulian, pengorbanan, kecerdasan untuk memilah-milah, keadilan, kepedulian dan kejujuran komunikasi memang sangat penting dalam alur gagasan menuju Indonesia maju Presiden Joko Widodo.

Gagasan kemajuan bisa saja banyak, tetapi nilai-nilai yang dibutuhkan mungkin saja sama. Kemajuan suatu bangsa mesti ditopang oleh nilai-nilai yang baik.*

*Artikel ini ditulis oleh P. Inocentius Sigaze, O.Carm