JAKARTA, FLORESPOS.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa Taman Nasional Komodo (TNK) tidak akan ditutup, melainkan diberlakukannya pembatasan jumlah wisatawan.

“Jadi Pulau Komodo ini tidak ditutup, kita lakukan penataan bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta pihak terkait, dibuat aturan adanya pembatasan jumlah wisatawan ke Pulau Komodo dengan diadakanannya tiket kapasitas kunjungan/ wisatawan,” katanya di Kantor Maritim, Senin (30/9).

Dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Taman Nasional Komodo bersama dengan Menteri LHK, Menteri Pariwisata, dan Gubernur NTT awal pekan ini, Menko Luhut memaparkan, penataan tiket dilakukan dengan sistem kartu membership tahunan yang bersifat premium.

Untuk membership premium akan diarahkan ke Pulau Komodo langsung di mana komodo-komodo besar ada di sana. Sedangkan yang tidak memiliki kartu premium akan diarahkan ke lokasi lain yang juga ada Komodo.

“Nanti mereka (non-premium) akan diarahkan ke komodo yang kecil seperti di Pulau Rinca. Jadi mereka hanya bisa di sana, tidak bisa ke mana-mana lagi,” paparnya.

Mengenai pengelolaan TNK, Deputi Bidang Infrastruktur Ridwan Djamaluddin menambahkan, nantinya juga akan dibangun Pusat Riset Komodo di Pulau Komodo serta penataan kapal cruise ke Pulau Komodo dan Labuan Bajo.

“Kita juga harus membangun sarana dan prasarana wisata alam berstandar internasional dan membangun sarana prasarana pendukung yang memadai di luar kawasan Pulau Komodo ini,” pungkasnya.*