MAUMERE, FLORESPOS.ID – Proses penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih terkendala. Salah satunya karena kekurangan uang tunai di bank.

Hal itu disampaikan Koordinator P3MD Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Wilayah NTT Kandidatus Angge kepada Antara di Kupang, Kamis (4/6).

Ia menjelaskan, kondisi kekurangan tersebut terjadi di berbagai kabupaten di NTT, antara lain di Kabupaten Malaka, Timor Tengah Utara, Sumba Barat Daya, Sabu Raijua, dan Rote Ndao.

Kandidatus mengatakan, dalam sehari, penyaluran BLT Dana Desa hanya bisa menjangkau lima sampai 10 desa di setiap daerah karena persediaan uang tunai yang terbatas di bank.

Terlebih lagi, untuk beberapa wilayah tertentu proses pencairan uang dana desa hanya ada di satu bank sehingga membuat penyaluran BLT menjadi lebih lama lagi.

Kandidatus pun meminta agar pemangku kepentingan di NTT bisa menanggapinya agar penyaluran berjalan sebagaimana mestinya.

Sudah 1.286 Desa

Menurut penuturan Kandidatus, sudah 1.286 desa dari total 3.026 desa di NTT yang sudah menerima BLT dana Desa per 1 Juni lalu.

Dari jumlah tersebut, ada 270.805 keluarga miskin terdampak Covid-19 yang sudah menerima BLT Dana Desa per 26 Mei.

Sementara itu, jumlah desa yang sudah melakukan musyawarah khusus desa untuk penetapan penerima bantuan tersebut sebanyak 2.607 desa namun sebagiannya masih menunggu penyaluran.

Selain hambatan uang di bank, faktor yang membuat penyaluran lambat yaitu pihak desa diarahkan untuk menunggu hasil akhir Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.

“Entah itu data terkait PHK, BNPT, BST, dan lainnya, sehingga pemerintah desa belum bisa melakukan eksekusi,” kata Kandidatus.

Di beberapa desa, sejumlah perangkat desa baru saja dilantik. Imbasnya APBD untuk daerah tersebut belum disusun sehingga menghambat penyaluran BLT Dana Desa.

Menurut data Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Provinsi NTT baru menyalurkan 44 persen BLT.

Dari persentase tersebut, ada lima kabupaten yang belum menyalurkan BLT Dana Desa, yakni: Kabupaten Ngada, TTS, Manggarai, Ende dan Sumba Barat hingga 26 Mei lalu.

Diterima Selama 6 Bulan

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah memutuskan untuk memperpanjang masa penyaluran BLT Dana Desa dari tiga bulan menjadi enam bulan di tengah pandemi Covid-19.

Dana BLT yang diterima naik dari Rp1,8 juta menjadi Rp2,7 juta per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Keputusan tersebut diumumkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 19 Mei sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50/PMK.07/2020 tentang Perubahan Kedua atas 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa.

Dengan keputusan ini maka alokasi BLT dari Dana Desa bertambah menjadi Rp31,79 triliun dari sebelumnya Rp21,19 triliun.

Adapun penyaluran BLT Dana Desa fase pertama, setiap penerima manfaat akan mendapatkan dana sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan berturut-turut selama April, Mei, dan Juni.

Selanjutnya nilai BLT Dana Desa pada tahap kedua (Juli, Agustus, September) menjadi Rp300 ribu/bulan.*