FLORESPOS.ID – Sebanyak 2.105 pelaku wisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19) mendapat bantuan sosial dari pemerintah pusat.

Bantuan berupa Program Bantuan Langsung Siap Saji (Balasa) ini merupakan stimulus dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang di antaranya dialokasikan untuk mendukung penanganan sektor pariwisata di Provinsi NTT.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Wayan Darmawa mengatakan, bantuan tersebut disalurkan terutama bagi pelaku pariwisata di Pulau Flores yang terdampak virus corona.

“Alokasi bantuan program Balasa sebanyak 2.015 ini lebih dominan untuk pelaku industri wisata wilayah Pulau Flores, terutama Kabupaten Manggarai Barat,” katanya, Kamis (25/6) lalu.

Wayan menambahkan, pihaknya sudah menyampaikan ke mitra-mitra industri pariwisata di NTT seperti PHRI, GenPi, Asidewi, dan lainnya terkait bantuan tersebut.

NTT Perkuat Basis Ekonomi

Meski ikut terpapar karena pandemi virus corona, Wayan mengakui bahwa para pelaku industri pariwisata sebenarnya dianggap memiliki kapasitas ekonomi lebih baik selama masa krisis ini.

Namun untuk tetap meringankan beban keuangan para pegiat pariwisata, Kemenparekraf juga memberikan stimulus ekonomi berupa keringanan pajak bagi pelaku industri pariwisata.

Sebab, kata Wayan, anggaran APBD Provinsi di tiap daerah di Indonesia tidak cukup untuk penanganan dampak Covid-19 terhadap para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Karena itu, Dinas Pariwisata NTT berniat memperkuat basis-basis yang bisa memberikan percepatan pemulihan pembangunan ekonomi sehingga berdampak pada pelaku industri pariwisata.

Sebelumnya, Kemenparekraf melaporkan lebih dari 40 ribu pelaku pariwisata, seni, dan ekonomi kereatif yang terdampak Covid-19.

Bantuan sosial kepada para pelaku wisata dan ekonomi kreatif terdampak ini disalurkan secara bertahap oleh Kementrian Sosial.*