Florespos.id- Pacar Indar Kens, Vanessa Khong kini ditetapkan sebagai tersangka kasus investasi bodong melalui aplikasi trading Binomo.

Tak hanya Vanessa, ayahnya Rudiyanto Pei juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Bareskrim Polri.

Keduanya ditetapkan tersangka karena diduga menyembunyikan harta kekayaan Indra Kenz dan akan diperiksa pada 14 April mendatang.

“Akan dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka pada hari Kamis tanggal 14 April 2022,” jelas Dirtipiddeksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan dalam keterangannya, Minggu (10/4/2022)

Atas penetapan penersangkaan itu, Vanessa Khong angkat bicara melalui akun instagram pribadinya, @vanessakhongg pada Minggu 10 April 2022.

nstagram.com/@vanessakhongg
nstagram.com/@vanessakhongg

Baca: Para Artis Top Dunia Kampanyekan Dukung Ukraina

Vanessa: Situ yang Benar!

Melalui akun instagramnya, Vanessa Khong menuliskan tanggapan atas perkembangan kasus investasi bodong ini.

Ia mengungkapkan, kasus tersebut semakin lama semakin tidak benar.

“Sebenarnya males bahas soal kasus ini, tapi makin lama makin enggak bener nih. Yup aku, papa ku dan adik dia dijadikan tersangka karena menerima aliran dana dari dia, enggak tahu lagi mau ngomong apa,” tulis Vanessa Khong Instagram-nya @vanessakhongg, Minggu (10/4/2022).

Vanessa menganggap apa yang dilakukan oleh kepolisian telah berlebihan dan tidak benar.

“Rekening 1 keluargaku juga udah diblokir. Bahkan adik aku yang enggak ada hubungan masih umur 17 tahun enggak ada dana apa pun diblokir. Situ yang benar,” lanjut Vanessa.

Ia pun mengaku siap buktikan bahwa dirinya dan sang ayah tidak pernah melakukan upaya penyembunyian harta Indra Kenz.

“Biar fakta aja yang bicara. Lets give a high five to this news,” tulis Vanessa.

Indra Kenz sebelumnya telah ditersangkakan dengan pasal berlapis dan diancam hukuman 20 tahun penjara.

Rinciann pasal yang menjeratnya; Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 27 ayat (2) dan/atau Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) Undang Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Tak hanya itu, juga Pasal 3 dan/atau Pasal 5 dan/atau Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dalam KUHP, Indra juga dijerat dengan Pasal 378 jo Pasal 55 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan.