MAUMERE, FLORESPOS.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT merilis data perihal perkembangan kasus Covid-19, Rabu (3/6) sore.

Sekreataris 1 Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT Dominikus Minggu Mere, mengatakan, hari ini ditemukan dua kasus baru, setelah dua hari terakhir tidak ada kasus baru.

Ia menyebutkan bahwa dua kasus baru tersebut berasal dari transmisi lokal di Kabupaten Ende.

Secara keseluruhan ada 118 sampel swab yang diperiksa di laboratorium biomolekuler Rumah Sakit WZ Yohannes Kupang.

Dengan demikian, total menjadi 99 kasus Covid-19 di NTT. Dari jumlah tersebut, ada 14 pasien dinyatakan dan 1 pasien meninggal.

Adapun rincian kasus positif di NTT adalah sebagai berikut:

  1. Kabupaten Sikka: 27 kasus (6 sembuh, 21 dirawat)
  2. Kota Kupang: 27 kasus( 16 dirawat, 10 sembuh dan 1 meninggal)
  3. Kabupaten Manggarai Barat: 14 kasus(12 dirawat, 2 sembuh)
  4. Kabupaten Sumba Timur: 8 kasus(7 dirawat, 1 sembuh)
  5. Kabupaten Ende: 9 kasus
  6. Kabupaten TTS: 4 kasus( 3 dirawat, 1 sembuh)
  7. Kabupaten Rote Ndao: 2 kasus
  8. Kabupaten Flores Timur: 2 kasus
  9. Kabupaten Nagekeo: 3 kasus
  10. Kabupaten Manggarai: 1 kasus

6 Polisi Reaktif

Sementara itu, ada 6 orang anggota polisi dari Polres Manggarai Timur dinyatakan reaktif setelah menjalankan rapid test.

Menurut Sekretaris Daerah Matim Boni Hasudungan Siregar, keenam polisi tersebut baru saja pulang dari Kupang bersama puluhan anggota lain menggunakan kapal Ferry pada Selasa (2/6).

Selain keenam polisi tersebut, masih ada 1 polisi dari puluhan polisi yang masuk ke dalam kategori ODP. Bersama keenam polisi lainnya, ia dikarantina di Shelter RSUD Borong.

Dengan demikian, total pasien yang dikarantina di Shelter RSUD Borong sebanyak 11 orang. Sementara itu, puluhan polisi lainnya dikarantina di Aula Kantor Kecamatan Borong.

Kepala Dinas Kesehatan Matim dr. Surip Tintin kepada Pos Kupang, Rabu (3/6) mengatakan, keenam pasien reaktif akan menjalankan tes swab guna memastikan poaitif atau negatif Covid-19.

Namun pihaknya masih menunggu jadwal pesawat yang menjemput sampel swab di daerah itu.

“Ya, nunggu kepastian pesawat yang jemput swab,” katanya.*

Sumber: Pos Kupang