Jakarta, Florepos.id – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa memutuskan tetap mempertahankan Enzo Zenz Allie sebagai taruna akademi militer (Akmil) setelah melihat hasil uji tambahan terhadap Enzo yang telah dilakukan oleh tim internal TNI.

Serangkaian tes dan pemeriksaan ideologi yang dijalani oleh pemuda 18 tahun itu dibuat untuk memastikan apakah layak menjadi calon taruna Akmil.

Enzo dan ibunya diketahui pernah bergabung sebagai anggota HTI, organisasi yang kini telah dilarang dan dibubarkan pemerintah. Indikasi tersebut terbukti dalam unggahan foto di akun media sosialnya pada tahun 2017, yang memperlihatkan remaja keturunan Indonesia-Prancis itu membawa bendera tauhid, simbol gerakan radikal.

Jenderal TNI Andika mengatakan, tes tersebut dilakukan dengan mengambil salah satu alternatif alat ukur yang memang selama ini sudah dikembangkan, yang tingkat akurasi dan validasinya bisa dipertanggungjawabkan karena sudah digunakan selama 8 tahun.

“Tentang salah satu taruna kami, Enzo, maka kami pun juga berusaha untuk objektif, kami ingin terbuka, membuka diri, kami tidak akan mengklaim bahwa alat ukur yang kami miliki itu sudah valid,” katanya dalam jumpa pers di Gedung Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).

Tes yang dilakukan terhadap remaja yang disinyalir terpapar anggota HTI itu dibuat selama dua hari yaitu pada Sabtu (10/8) dan Minggu (11/8). Hasilnya Enzo mendapatkan nilai 5,9 dari maksimal 7 untuk moderasi bernegara (ideologi).

Dengan demikian, isu Enzo Zenz Allie terpapar radikalisme telah terpatahkan lewat hasil uji moderasi bernegara. Dengan kata lain, Enzo telah terbukti tak terlibat dalam organisasi terlarang yang dapat merugikan negara apabila dirinya terpilih menjadi TNI di masa depan.

“Kami lakukan pengukuran pada hari Sabtu dan Minggu kemarin, kemudian hasilnya dianalisis pada hari Senin yaitu kemarin (12/8), dan kesimpulannya Enzo Zenz Allie dilihat dari indeks moderasi bernegara itu ternyata kalau dikonversi menjadi persentase itu memiliki nilai 84% atau nilainya di situ adalah 5,9 dari maksimum 7. Jadi indeks moderasi beragamanya cukup bagus,” kata Andika.

Tidak hanya meluluskan Enzo, Andika juga membela taruna muda ini dengan meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berhenti menghakimi Enzo.

Isu Enzo Zenz Allie terpapar radikalisme

Dia berharap, ada kepedulian atau sikap tenggang rasa terhadap Enzo agar dari segenap kalangan masyarakat demi menjaga keutuhan NKRI dan menghormati keberagaman agama di Indonesia, serta dapat menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan.

“Jadi kami berharap orang tua, lingkungan dekat adik-adik kita ini taruna Akmil dan semua orang yang menyayangi mereka untuk membantu, membantu mereka dalam perjalanannya ini sehingga mereka benar-benar bisa menjadi perwira TNI AD yang memang sesuai dengan harapan,” ujarnya.

Andika juga memastikan kepada masyarakat kalau TNI AD akan terus membantu dan membina Enzo selama berada di Akmil, sehingga Enzo dapat menjadi taruna yang diharapkan bagi nusa dan bangsa.

“Jadi kalau memang orang tua dan semua yang menyayangi mereka ingin melihat Enzo dan teman-temannya sukses di kariernya di TNI, mereka harus bisa membantu saat mereka pulang, saat mereka dalam keadaan susah maupun dalam keadaan yang senang, semua harus membantu agar mereka tetap pada track-nya,” ungkapnya.

Sebelumnya publik sontak dibuat geger dengan temuan bahwa Enzo pernah menjadi anggota gerakan radikal. Pasalnya, Enzo begitu dielu-elukan karena prestasinya yang gemilang.*