JAKARTA, FLORESPOS.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke Solo, Jawa Tengah, hari ini, Kamis (29/8).

Ada beberapa agenda penting dalam kunjungan sehari tersebut. Antara lain bertemu dengan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Loji Gandrung, Rumah Dinas Walikota Solo.

Didampingi Walikota Solo, Menteri Luhut melakukan meninjau perkembangan pembangunan Masjid Sriwedari yang nantinya akan menjadi Islamic Center di Solo.

“Sriwedari itu pemahaman kita itu cuman 1,7 hektar dan rupanya itu bisa dikembangin sampai 10 hektar, katakanlah nanti mungkin 5 hektar saja itu sudah jadi central saja menjadi Masjid Agung di Solo dengan nanti,” katanya.

Menko Luhut mengatakan terkejut melihat yang Sriwedari yang tanahnya luas dan bagus.

“Mungkin segera diselesaikan tetapi tetap Presiden yang memutuskan karena nanti dibelakangnya diberikan Fasilitas Islamic Center yang ramah, damai karena itu juga pesan dari Prince UEA beliau menggunakan istilah itu,” tambahnya.

Kemudian, Menteri Luhut dan rombongan menuju ke tanah hibah Pertamina di daerah Gilingan untuk Pemerintah Daerah Solo.

“Tanah yang kedua tadi kita lihat pertamina tadi memang tanah kosong 2,4 hektar. Kalau nanti pompanya dipindahkan menjadi 2,8 hektar tapi disitu sudah ada 2 masjid sudah jadi kita masih melihat untung ruginya yang mana akan diteruskan,” katanya.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Dalam kunjungannya, Menko Luhut juga berkunjung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo meninjau teknologi pengolahan sampah terbaru sebagai salah satu alternatif sumber listrik atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Dalam kunjungan ke TPA ini, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, IPTEK, dan Budaya Maritim, Safri Burhanuddin pun turut mendampingi sang Menteri.

“Tadi juga saya sudah lihat, saya lihat bagus. Mereka bukan incinerator, ternyata dioksin itu tidak dibuang melainkan dijadikan biochar lalu dibakar menghasilkan gas. Gas itu menggerakan turbinnya jadi saya lihat akan bagus,” kata Luhut.

Menko Luhut menambahkan, closing finance jadi dan sudah siap untuk konstruksi sekitar bulan September dengan nilai proyeknya sekitar 23 juta untuk dapat 5 megawatt itu 455 ton per hari tapi nanti bisa dikembangin oleh beberapa kabupaten sekitar.

“Saya juga senang karena local content banyak membantu oleh pengembang. Jadi kalau misalkan model seperti ini di kota-kota yang sampahnya kurang 150 ton,” tambahnya.

Proyek tersebut juga sebagai upaya dari Pemerintah Daerah untuk membersihkan sampah dari Kota Solo.

“Karena spirit-nya waste to energy ini bukan soal bikin uang tetapi membuat kebersihan, menghabiskan sampah karena tujuannya itu. Jadi, Solo ini 4 sampai 5 tahun ke depan pasti makin bersih. Karena bawa kesini langsung diproses. Seperti bricket itu dibakar langsung dibikin gas,” tutupnya.

Sebelumnya, Menko Luhut mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 langsung mendarat di bandara yang nantinya akan memiliki terminal penumpang seluas 219.000 meter persegi.

Ditargetkan rampung akhir tahun ini, Bandara Yogyakarta akan terhubung dengan kereta bandara yang selesai tahun depan.

Bandara ini juga akan sanggup menampung pendaratan pesawat sekelas Airbus A-380. Hal ini akan membuka peluang untuk turis baik domestik maupun internasional mengunjungi destinasi wisata di sekitar Yogyakarta dan sekitarnya.*