Bandingkan Suara Adzan dan Gonggongan Anjing, Menag Yaqut Akan Dipolisikan

Florespos.id – Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang membandingkan penggunaan toa masjid dengan gonggongan anjing rupanya berbuntut panjang. Menaq Yaqut bakal terancam dilaporkan ke polisi.

Pihak yang akan melaporkan Yaqut adalah pakar telematika Roy Suryo bersama Kongres Pemuda Indonesia (KPI). Rencana pelaporan ke polisi ini juga disampaikan Roy Suryo melalui akun Twitternya.

“Saya dikonfirmasi banyak pihak, Apakah benar Press Release dari KPI / Kongres Pemuda Indonesia ini. Jawabannya YA, InsyaaAllah siang nanti Jam 15.00 WIB Kami akan membuat LP di Polda Metrojaya thdp Sdr YCQ dgn Bukti2 Rekaman Audio-Visual Statemennya & Pemberitaan Media2,” kata Roy dalam ciutannya, Kamis (24/2/2022).

BacaIntip Cantiknya 5 Istri Youtuber Indonesia yang Dikagumi Netizen

Heboh Pernyataan Menag Yaqut

Bermaksud memberi penjelasan soal heboh masalah pengeras suara, Menag Yaqut malah menggunakan analogi yang dianggap tidak pantas yakni “Gonggongan Anjing” pada pengeras suara masjid yang dinyalakan bersamaan.

“Contohnya lagi, misalkan tetangga kita kiri kanan depan belakang pelihara anjing semua, misalnya menggonggong di waktu yang bersamaan, kita terganggu tidak? Artinya semua suara-suara harus kita atur agar tidak menjadi gangguan,” ucap Yaqut yang dikutip dari video yang ramai beredar di media sosial

Roy Suryo ikut merespons pernyataan Menag Yaqut ini. Dalam cuitan di akun twitter pribadinya, Roy menyayangkan apa yang terlontar dari mulut Menteri Agama ini.

“Apakah layak suara Muadzin yang mengumandangkan Adzan, panggilan Sholat dibandingkan dengan Gonggongan Anjing? AMBYAR,” cuit Roy dalam akun Twitter pribadinya, Kamis (24/2/22).

Heboh Pernyataan Menag Yaqut
Foto: Ist.

BacaPesona Aurelie Moeremans Saat Jelajahi Gunung dan Pantai di Flores

“Hari ini KRMT ROY SURYO bersama Kongres Pemuda Indonesia akan membuat Laporan Polisi terhadap YQC (Yaqut Cholil Qoumas, red) yang diduga membandingkan suara Adzan dengan Gonggongan Anjing hari ini di Polda Metro Jaya,” demikian dalam keterangan yang dilihat Galamedia.

Disebutkan bahwa dalam polemik tersebut MEnag Yaqut diduga telah melanggar Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selain itu, dalam hal ini, pihak Roy Suryo juga menduga Menag Yaqut diduga melanggar Pasal 156 KUHP tentang Penistaan Agama.

Dalam cuitan Twitter pribadinya, Roy Suryo juga menegaskan bahwa laporan polisi itu akan dilayangkan siang ini pukul 15.00 WIB.

Kapolri Didesak Tangkap Menag Yaqut

Sebelumnya, pernyataan Yaqut bahwa Kemenag adalah hadiah untuk NU sempat mengundang kritik dari berbagai elemen bangsa. Salah satunya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang dakwah, Cholil Nafis.

Cholil Nafis mengkritik Yaqut bahwa Kementerian Agama bukan semata-mata hadiah untuk Nahdlatul Ulama (NU) saja. Ia menegaskan bahwa Kemenag mengurusi semua agama hingga kepercayaan.

“Indonesia hadiah dari Allah untuk bangsa, dan Kementerian agama itu mengurusi semua agama bahkan kepercayaan. Bukan hadiah buat NU saja. Soal Tokoh-tokoh NU berjasa itu untuk bangsa bukan hanya utk NU saja. Begitu saat Kiai Hasyim Asy’ari mengeluarkan resolusi jihad untuk semua golongan,” kata Cholil dalam yang dikutip dari akun Twitter resminya @cholilnafis, Senin (25/10/2021).

Cholil tak menafikkan bahwa NU selama ini banyak bersentuhan dengan urusan Kementerian Agama. Namun bukan berarti Kemenag harus dikuasai oleh NU semata.

Kapolri Didesak Tangkap Menag Yaqut
Foto: Ist.

BacaKisah Ninuk asal Salatiga dan Rina asal Flores, Anak Angkat Andy Lau di Indonesia

Senada, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Bukhori Yusuf, menyatakan, pernyataan Yaqut sudah menjadi sebuah persoalan bangsa. Bukhori pun mengingatkan bahwa pemerintah seharusnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu, Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Guspardi Gaus, menyatakan pernyataan Yaqut tendensius dan menafikan peran para tokoh dari berbagai kelompok Islam.

“Penyataan Menag itu sangat tendesius dan dapat memantik polemik dan kegaduhan di tengah masyarakat. Juga menafikan peranan dan sikap toleransi para wakil-wakil pemimpin Islam saat Pendirian Kemenag,” kata Guspardi kepada wartawan, Senin (25/10/2021).

Ia menambahkan, pembentukan Kemenag dibentuk bukan dikhususkan bagi pemeluk agama Islam saja, melainkan untuk semua pemeluk agama di Indonesia.

Sementara itu, buntut ucapannya yang dinilai membandingkan suara adzan dengan gonggan anjing itu, tagar #TangkapYaqut juga puncaki trending topic di Twitter.*

Artikel SebelumnyaPesona Aurelie Moeremans Saat Jelajahi Gunung dan Pantai di Flores
Artikel SelanjutnyaHeboh Arnold Putra, Desainer Indonesia yang Diduga Beli Organ Manusia