Mantan Sopir Nindy Aunda Diteror

Florespos.id – Kasus dugaan penyekapan oleh Nindy Ayunda terhadap mantan sopirnya kian memanas.

Sang mantan sopir, Sulaiman telah melaporkan pihak Nindy Ayunda ke polisi.

Dikabarkan beberapa waktu terakhir pihak Nindy Ayunda telah mendatangi keluarga Sulaiman untuk mengosiasi.

Tak hanya itu, pihak Nindy Ayunda juga mengiming-imingi sejumlah uang agar laporan polisi dicabut oleh Sulaiman.

BacaNindy Ayunda Dilabrak Nikita Mirzani Gegara Dua Kali Mangkir Dipanggil Polisi

Diteror dan Ditawari Uang

Dikabarkan baru-baru ini pihak Ayunda telah mendatangi rumah mantan sopirnya, Sulaiman di Bekasi, Jawab Barat.

Kedatangan pihak Nindy Ayunda untuk meminta pihak Sulaiman mencabut laporan polisi di Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penyekapan yang dilakukan Nindy.

Kehadiran pihak Nindy Ayunda cukup mengejutkan publik.

Sebab ia menawarkan sejumlah uang kepada Sulaiman melalui istrinya agar mencabut laporan.

Namun tidak mengetahui berapa persis nominal uang yang ditawarkan Nindi Ayunda.

“Dia memberikan seperti kompensasi sedikit, memberikan uang nominalnya nggak bisa saya sebutkan untuk usaha saya agar tetap ada pemasukan,” aku Rini (istri Sulaiman) kepada awak media.

Namun Rini mengaku bukan masalah nominal uang diberikan Nindy Ayunda.

“Di sini bukan masalah nominal,” lanjut Rini.

Diteror dan Ditawari Uang
Youtube.com/KapanLagiDotCom

BacaMeski Diundang, Lesti Kejora Tak Hadiri Nikahan Via Vallen: Maaf ya Teh

Ia mengaku, lebih daripada uang, yang diperjuangkan oleh dirinya adalah keadilan.

“Bukan masalah nominal, saya ingin keadilan. Karena nominal yang dia berikan tidak akan bisa mengembalikan keadaan suami saya,” tegas Rini.

Suaminya kini tengah tulalit dan ketakutan karena kasus penyekapan tersebut.

“Di mana suami saya tulalit, kadang suami saya ketakutan, itu tidak akan bisa mengembalikan. Saya hanya ingin keadilan,” lanjut Rini menegaskan.

Selain mendatangi untuk meloby pencabutan laporan, Rini juga mengakui diteror.

Karenanya ia berharap agar tidak ada lagi pihak yang menerornya.

“Saya mohon orang-orang yang mau meneror saya, biar jalan sesuai dengan semestinya. Karena saya sudah menyerahkan ke polisi dan kuasa hukum saya biarkan keluarga saya tenang,” tegas Rini.