Tanggapi foto sketsa penyerang Novel Baswedan, seorang pembaca kompas.com menuliskan komentar, yang entah bagaimana, membuat saya tergelitik menuliskan catatan singkat ini. Berikut isi komentar pada link Panggil Kapolri, Jokowi Belum Putuskan Bentuk TPF Kasus Novel:

kalau dilihat sepintas foto tsb mirip2 orang flores, dan juga saya yakin pelaku pasti disuruh dan dibayar oleh seseorang yang punya kasus di kpk, dan yang nyruh juga orang berduit. – Gundala Gumanti

Komentar Pembaca
Komentar Pembaca | Kompas.com

Orang Flores, Karena Hitam Kulit – Keriting Rambut?

Foto sketsa tersebut ditunjukkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian  setelah bertemu Presiden Joko Widodo di istana negara, Senin (31/7). Kapolri juga menyebutkan, pria pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan memiliki ciri-ciri tinggi badan 167-170 cm, berkulit agak hitam, rambut keriting dan badan cukup ramping.

Pertanyaan yang menggelitik saya adalah, dari mana komentar “mirip2 orang flores” itu lahir? Apakah semata karena pria tersebut berkulit hitam dan berambut keriting? Ataukah karena bentuk wajah dalam sketsa sang pelaku mirip dengan bentuk wajah ‘orang-orang Flores’ yang dikenal sang ‘komentator’?

Entahlah. Saya hanya sebatas mengira-ngira dalam perasaan yang campur-aduk atas dasar apa komentar “mirip2 orang flores” itu muncul. Lebih tepatnya, campuran tanda tanya yang diaduk dengan bumbu ketersinggungan.

Ya, karena ketersinggungan semacam itulah blog kecil ini lahir; FLORESPOS.ID, sebuah wadah sederhana untuk memperkenalkan Flores kepada saudara sebangsa dan setanah air. Betapa ‘Orang Flores’ tak sesempit hitam kulit dan keriting rambut yang selalu dikait-kaitkan dengan kekerasan dan tindak kejahatan.

Tentang komentar “mirip2 orang Flores” itu tadi, sudahlah. Dimaafkan saja. Mungkin saja ‘terawangannya’ benar. Atau, mungkin dia belum betul-betul kenal dengan orang-orang Flores.*

Robert Bell  Thudang