FLORESPOS.ID – Meskipun diancam oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan keberanian untuk mengungkap dugaan kasus korupsi kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya, Jawa Timur.

Dari tujuh pelaku atau debitur kredit macet, Kejati NTT hingga kini masih mengejar tiga pelaku lainnya yang belum tertangkap.

Sementara keempat tersangka sudah ditangkap tim penyidik dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan negara Rp127 miliar itu.

Keempat orang tersangka yang telah diringkus penyidik Kejati NTT adalah Johanes Ronal Sulaiman (YRS), Siswanto Kondrata (SK), Ilham Rudianto (IR) dan Stefanus Sulaimen (SS).

Pelaku yang paling terakhir ditangkap dari keempat tersangka adalah Stefanus Sulaiman. Ia ditangkap di Hotel Ceraton, Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (27/6) malam.

Tersangka SS ditangkap tim gabungan terdiri dari penyidik Kejati NTT bersama Kejati Jawa Timur dan Kejari Surabaya, ketika tersangka berada di hotel.

Tiga Tersangka Belum Ditangkap

Kepala Kejati NTT Yulianto mengatakan di Kupang, Minggu (28/6), masih ada tiga tersangka kasus kredit Bank NTT yang belum memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan meski telah di-sounding.

“Kami sudah melakukan pemanggilan namun ketiganya tidak gubris panggilan penyidik,” terangnya, melansir Liputan6.com.

Karena itu, ia menegaskan akan terus mengejar sampai dapat ketiga pelaku korupsi hingga berhasil ditangkap.

Saat ini, kata dia, pihaknya sudah mengendus keberadaan mereka. Tim penyidik Kejati NTT pun sudah disebar tinggal melakukan penangkapan terhadap ketiga tersangka.

“Masih ada tiga dari tujuh orang yang kita sedang kejar. Kami pastikan ketiganya akan tertangkap juga,” pungkasnya.*