LABUAN BAJO, FLORESPOS.ID – Wabah virus corona (Covid-19) memukul semua lini di sektor pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Jasa pemandu wisata, agen travel, perhotelan, transportasi, sampai kuliner terhantam karena virus global ini.

Kepada Tempo.co, Kamis (26/3), Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengatakan, pihaknya telah memutuskan untuk melakukan pembebasan retribusi semua hotel dan restoran di Labuan Bajo.

Namun demikian, tidak semua hotel di kawasan destinasi wisata super premium itu diberi kelonggaran, karena hanya hotel dan restoran yang terimbas wabah corona.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Manggarai Barat Silvester Wangge menyatakan, keputusan itu diambil untuk meringankan pelaku usaha karena kondisi pariwisata di Labuan Bajo dan wisata unggulan Taman Nasional Komodo sedang lesu.

Ia menerangkan, selain lesu karena masa “low session”, virus corona yang menyebar ke berbagai negara membuat semua paket wisata ke Labuan Bajo dibatalkan.

Saat ini, tingkat hunian kamar hotel di Labuan Bajo yang berjumlah 102 unit, baik yang kecil maupun bintang lima, sangat sepi.

Usaha kuliner dari level restoran sampai perkampungan juga tidak ada lagi seiring imbauan pemerintah untuk meniadakan aktivitas yang melibatkan banyak orang.

Dengan tidak adanya retribusi, Silvester berharap dapat mencegah dampak lanjutan, seperti pemecatan pekerja wisata dan seterusnya.

Implikasi dari wabah corona juga dirasakan oleh pramuwisata. Di mana sebanyak 250 pramuwisata atau pemandu wisata di Labuan Bajo terpaksa menganggur akibat pembatalan paket wisata.

“Mereka tidak beraktivitas apa-apa karena memang tidak ada wisatawan yang dilayani,” kata Sebastian Pandang, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Pramuwisata Indonesia (HPI) Manggarai Barat.

Sementara itu, paket wisata baik domestik maupun mancanegara ke Labuan Bajo yang dipesan hingga Juni 2020 terpaksa batal karena wabah COVID-19. Lebih lagi, wisatawan yang sudah memesan juga meminta uang kembali.*

Sumber: tempo.co