MAUMERE, FLORESPOS.ID – Tim medis dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka di Provinsi Nusa Tengara Timur kembali mengambil sampel 19 warganya untuk menjalankan tes swab.

Sebelumnya petugas medis telah melakukan tes di lokasi karantina yang bertempat di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka pada Sabtu 16 Mei 2020.

Kesembilan belas warga tersebut berasal dari kluster Magetan.

Juru bicara Gugus Tugas Kabupaten Sikka Petrus Herlemus kepada awak media pada Minggu (17/5) mengatakan, 19 orang tersebut terdiri dari 18 orang santri yang berasal dari Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur dan 1 orang warga dari Kecamatan Mapitara.

Ia menambahkan, 18 santri tersebut sedang menempuh pendidikan di Magetan dan Gresik, Jawa Timur. Sedangkan 1 warga Mapitara pernah melakukan perjalanaan dari Surabaya beberapa waktu lalu.

Petrus menerangkan, sampel dari tes swab tersebut telah dikirim ke Kupang dengan menggunakan helikopter khusus milik Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTT.

Sementara hasil tes swab diperkirakan akan diperoleh dalam dua-tiga hari ke depan untuk siap diumumkan kepada publik.

Dengan bertambahnya jumlah pasien positif corona, semakin banyak warga Sikka yang akan menjalankan tes swab.

Kabupaten Sikka saat ini menempati urutan pertama jumlah pasien positif corona di Provinsi NTT dengan 26 kasus positif. Para pasien saat ini sedang dirawat di RSUD TC Hillers Maumere setelah dipindahkan dari lokasi karantina.

Petugas protokoler Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sikka semakin gencar melakukan pengawasan terhadap masyarakat. Di tempat-tempat umum petugas tidak segan-segan memberikan sanksi kepada warga yang tidak memakai masker atau duduk berkumpul.

Selain itu pemerintah Kabupaten Sikka mengeluarkan himbauan untuk memperketat pengawasan dengan membatasi aktivitas di tempat-tempat perbelanjaan, warung-warung makan, café-café, kios-kios hingga pukul 17.00 WITA.

Kepada warga setiap desa dan kelurahan, pemerintah menghimbau untuk lebih intensif dalam menjaga keamanan desa atau lingkungan dari kedatangan tamu dari luar.

Petrus pun mengharapkan kepada masyarakat agar jangan panik dan tetap mengikuti himbauan Gugus Tugas Covid-19 dan mencari informasi dari sumber resmi.*

Penulis: Dan Dede