Hotman Paris Peluk Aspri di Media Sosial

Florespos.id – Nama pengacara kondang, Hotman Paris belakangan ini sering dikait-kaitkan dengan isu pelanggaran kode etik profesi sebagai advokat.

Kebiasaannya yang sering berfoto dan berjoget bersama para perempuan cantik di media sosial kerap dinilai sebagai pelanggaran kode etik.

Penilaian itu lantas tak diterima Hotman Paris, sebab apa yang dilakukannya di media sosial itu masih wajar-wajar saja dan tidak tergolong melanggar etika profesi.

Mengenai kabar pelanggaran kode etik profesi sang pengacara, Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) pun angkat bicara.

Instagram.com/@hotmanparisofficial
Instagram.com/@hotmanparisofficial

Baca: Ditantang Debat Malah Tolak, Hotman Paris Tambah Ganas, Tantang Lagi Otto Hasibuan Tinju di Ring

Masih Pantas Karena Sama-Sama Suka

Sekjen DPP Peradi, Sugeng Teguh Santoso menganggap apa yang dilakukan Hotman Paris bersama asisten pribadinya di media sosial itu tidak melanggar kode etik advokat.

Sebagai salah satu orang yang berperan membuat daftar kode etik di organisasi Peradi, ia menegaskan jika sang pengacara kaya raya tersebut tidak melanggar kode etik advokat Hotman sebab ia melakukannya saat tidak sedang menangani perkara.

“Kalau beliaunya berjoget-joget dengan kliennya, misalnya lagi menangani perkara (di depan persidangan), nah itu melanggar kode etik,” jelas Sugeng di kantor DPN, Jakarta pada 26 April 2022.

Bagi Sugeng, yang paling utama ialah bahwa Hotman Paris tidak melakukan pelanggaran hukum, semacam narkoba atau para wanita yang berfoto dengannya tidak di bawah umur.

“Yang penting saja tidak melakukan pelanggaran hukum misalnya narkoba atau wanita itu dibawah umur dan tidak suka,” ujar Sugeng.

Ia mengakui jika Hotman Paris yang joget bersama asisten pribadinya masih pantas dan merupakan aktivitas privat, lain halnya jika para asisten tak menerima perlakuan Hotman.

“Kalau pun misalnya wanita sudah dewasa saya peluk-peluk dia tidak suka boleh lapor. Tapi kalau dia suka, tidak soal. Itu wilayah privasi,” terang Sugeng.