LABUAN BAJO, FLORESPOS.ID – Peristiwa aneh dan mengejutkan terjadi di Kampung Mejerite, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT.

Jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang telah dimakamkan di kampung itu kuburnya tampak terbongkar dan jenazahnya pun hilang pada Sabtu (30/5) lalu.

Saat ini pihak berwajib pun berusaha menelusuri di mana dan kemana jenazah tersebut dibawa.

Pelaksana Harian Sektetaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Barat Ismail Surdi mengatakan, jasad PDP berinisial FN itu merupakan warga Desa Orong, Kecamatan Welak, Mabar.

“Kami belum tahu siapa yang membongkar makam dan mengambil jasadnya,” ungkapnya kepada Kompas.com, Senin (8/6) pagi.

Adapun di lokasi pemakaman milik pemerintah itu juga dikuburkan tiga jenazah PDP lainnya. Tapi yang lainnya masih aman.

“Saat ini kami sedang telusuri kapan ambilnya, siapa yang ambil dan di mana keberadaannya sekarang.┬áNanti hasilnya akan kami informasikan,” tutur Ismail.

Kasus serupa tidak hanya terjadi di Mabar. Sebelumnya pun terjadi yang hampir mirip. Di mana ada orang yang mengambil jenasah PDP dari rumah sakit, tempat pasien dirawat terakhir.

Pengambilan paksa dan membawa kabur jenazah dari rumah sakit misalnya terjadi di RS Stellamaris Makassar, Minggu (7/6) malam.

Meski aparat gabungan dari TNI dan Polri sempat memblokade, namun tetap tak bisa menghala massa yang berjumlah 150 orang.

Mereka membawa jenazah berstatus PDP dengan tandu tertutup kain sarung, dan menerobos berikade aparat berseragam TNI dan Polri.

Setelah berhasil menerobos berikade aparat, massa berjalan kaki membawa jenazah dengan menggunakan tandu hingga ke Jalan Lamaddukelleng yang berjarak sekitar 500 meter.

Jenazah yang diambil tersebut adalah pasien perempuan berusia kisaran 50 tahun lebih dengan status PDP.*

Sumber: Tribun Mataram