KEFAMENANU, FLORESPOS.ID – Bupati Timor Tengah Utara, Raymundus Sau Fernandez mengembangkan usaha agrowisata dengan membuat kebun baru di lahan miliknya seluas 32 hektar.

Lokasi kebun berada di dekat rumah pribadinya yakni di lintasan 2 jalur KM 5 menuju Kampus Universitas Timor, sebagaimana dilaporkan Fortunapres.com.

Politisi Partai Nasdem ini mempekerjakan beberapa karyawan yang juga merangkap sebagai penggembala ternak miliknya.

Selain berkebun, ia juga memelihara hewan-hewan, yakni sapi paron, kambing, domba, babi, unggas dan juga kelinci.

Bupati yang dijuluki “peternak” dan “pensiunan petani” ini adalah anak dari orangtua petani sederhana yang menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian.

Sebagai anak petani dari Pulau Timor yang merupakan daerah tandus, Ray sudah terbiasa bekerja keras sejak masih usia kanak-kanak. Di tengah kesibukan tugasnya memimpin Kabupaten TTU, ia menyempatkan diri mengelola kebunnya.

Berbekal kemampuan dan pengalaman yang dimiliki, ia mengolah bukit berbatu tersebut menjadi lahan pertanian yang subur dan produktif.

Daerah tersebut merupakan batu cadas dengan kontur tanah yang sangat terjal tetapi dengan metode terasering membuat permukaan tanah menjadi rata sehingga bisa ditanami berbagai tanaman.

Beragam tanaman hortikultura, buah-buahan, tanaman hias dan pepohonan mengisi kawasan agrowisata itu.

Lahannya pun berisi beragam sayuran, bawang, buah anggur, buah naga, papaya, apel dan juga bunga-bunga. Selain itu ada juga tanaman umur panjang yakni jati, mahoni, ara, kelapa dan lainnya.

Penyemaian Bibit mengelilingi rumah tinggal Bupati Raymundus di Km 5, Jurusan Kefa-Atambua. Foto: Majalah Fortuna.
Penyemaian Bibit mengelilingi rumah tinggal Bupati Raymundus di Km 5, Jurusan Kefa-Atambua. Foto: Majalah Fortuna.

Bupati TTU Bangun Dua Embung

Demi menjamin kesuburan tanaman, suami dari Anggota DPR RI Kristina Muki ini membangun dua buah embung yang sangat cukup untuk menyuplai air di lahannya tersebut.

Selain itu, ia juga membuat pupuk kandang dan kompos dari dedaunan dan kotoran hewan peliharaannya. Metode terasering,irigasi dan air diambil dari dua embung.

Ray yang menjabat sebagai Ketua DPRD TTU ini mengatakan bahwa di TTU banyak terdapat lahan tidur yang tidak diolah masyarakat.

Hal ini dikarenakan anggapan masyarakat bahwa tanah tersebut kurang menjanjikan untuk dijadikan lahan pertanian.

Ia membandingkan dengan Israel yang merupakan daerah tandus tapi dapat diolah menjadi tanah yang subur.

Berpengalaman menjadi pejabat selama 19 tahun di TTU, Ray berkeinginan agar lahan tersebut menjadi kawasan agrowisata TTU ke depannya sehingga dapat berkontibusi bagi pendapatan daerah.*