JAKARTA, FLORESPOS.ID – Hampir satu juta umat manusia di dunia menderita karena viru Corona (Covid-19) yang merebak sejak pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China, akhir tahun lalu. Setidaknya empat berjalan kasus ini memukul dunia.

Data dari Worldometers pada Kamis (2/4) melaporkan ada 950.425 kasus positif Corona, dengan jumlah pasien yang terinfeksi saat ini sebanyak 699.532 orang.

Dari jumlah infektan tersebut, diketahui ada 663.598 orang menderita gejala ringan, sementara 35.934 lainnya berada dalam kondisi kritis.

Sebanyak 48.276 orang dilaporkan telah meninggal dunia dan 202.617 orang dinyatakan sembuh, menurut laporan Worldometers. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi, Corona akan menghantam, atau merenggut nyawa satu persen penduduk dunia.

Amerika Serikat sebagai episentrum baru virus ini menjadi negara yang paling menderita. Sejak Corona masuk ke negara itu, awal bulan Maret, AS kini memimpin dunia sebagai negara yang paling banyak terkonfirmasi Corona.

Data yang sama melaporkan, AS saat ini menderita 215.344 kasus (341 kasus baru), dengan 5.112 kematian dan 8.878 sembuh.

Sementara China, sebagai daerah pertama munculnya Corona, menderita sebanyak 81.589 (35 kasus baru) dengan 3.318 kematian dan 76.408 sembuh. Belakangan, dilaporkan jumlah kasus dan kematian di China mulai melambat.

Di belakang AS, ada Italia dengan 110.574 kasus dan Spanyol dengan 104.118 kasus serta Jerman, yang sedikit lagi akan menyalip China, menderita 77.981 kasus.

Kasus di Indonesia

Sementara Indonesia, salah satu negara yang mula-mula merasa ‘bebas’ dari virus mematikan ini, menderita 1.790 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 170 jiwa, dan angka yang sembuh 112 orang. Corona kini telah menyebar di 32 provinsi.

“Ada penambahan kasus konfirmasi positif 113, sehingga jumlah total menjadi 1.790 kasus positif akumulatif,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, dalam keterangan persnya, di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (2/4).

Sebelumnya, Rabu (1/4), jumlah pasien positif Corona mencapai 1.677 kasus. Dari jumlah itu, pasien meninggal 157 orang, dengan jumlah yang sembuh 103 orang.

Angka-angka di Indonesia akan terus bertambah. Namun sejak beberapa hari terakhir menunjukkan perlambatan. Dapat terjadi Indonesia telah melewati masa inkubasi.

Sementara beberapa pakar mengatakan, kasus terkonfirmasi positif di Indonesia dipastikan akan meledak pada pertengahan atau akhir April ini.

Namun, semua ini masih bersifat prediksi dan sewaktu-waktu dapat berubah, entah naik atau mereda. Semuanya tergantung pada bagaimana ketaatan etis masyarakat untuk mengikuti himbauan berdiam diri di rumah dan menghindari kerumunan atau kontak fisik, terutama dengan orang yang melakukan perjalanan dari wilayah terpapar Corona.

Di AS, Italia dan Spanyol serta Jerman, ratusan kasus baru ditemukan tiap hari. Hal ini sangat memukul warganegara. Namun secara demografi dan kondisi pasien, tiap negara memiliki perbedaan mencolok.

Italia memiliki jumlah penduduk usia lanjut lebih banyak. Begitu pula dengan Spanyol. Lebih parah lagi, virus ini datang bersamaan dengan flu musiman yang biasa melanda negara itu setiap tahun, ketika pergantian musim.

Sementara di Korea Selatan dan AS, lebih banyak generasi muda yang terpapar Corona.

Indonesia belum memiliki laporan resmi mengenai usia dan kondisi pasien. Negara ini, meski terlihat sangat liberal, tapi sangat protektif dan tidak transparan membuka data pasien. Ketidakterbukaan data bisa berakibat pada kekacauan informasi antarnegara.

Otoritas AS, misalnya, telah menuduh China telah melakukan pemalsuan data pasien dan sengaja tidak melaporkan secara lengkap untuk melindungi rezim saat ini.

Sebab semakin terbuka informasi mengenai virus mematikan ini, maka tiap negara dapat mengambil kebijakan yang lebih tepat untuk mengantisipasinya.

WHO sebelumnya telah memprediksi, jika negara-negara membuka informasi dan data-data pasien, maka dapat diprediksi dampak global dari virus ini.*