Gus Samsudin Terancam Dibunuh, Padepokan Dibakar, Ratusan Santri Terlantar

Florespos.id – Polemik antara Gus Samsudin dan Pesulap Merah rupanya semakin memanas.

Setelah aksi Pesulap Merah yang membongkar trik dukun Samsudin dan menuduhnya menipu, ketegangan keduanya meningkat hingga berujung ke laporan polisi.

Tak hanya itu, kini padepokan milik Gus Samsudin diseruduk warga dan mendapatkan ancaman pembunuhan.

BacaTantang Adu Ilmu sampai Dipukul Warga, Ini Kronologi Pesulap Merah vs Gus Samsudin

Padepokan Ditutup

Perseteruan Pesulap Merah dan Gus Samsudin belum menemukan titik terang.

Pesulap Merah bahkan sudah dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik ke Polda Jawa Timur.

Dalam videonya, Pesulap Merah mengkritik konten pengobatan alternatif milik Samsudin.

Ia bahkan menyebut Samsudin memakai trik khusus untuk mengelabui pasien demi menggaet kepercayaan masyarakat.

Padepokan Ditutup
Foto: Doc/Florespos

Baca: Pesulap Merah Bicara Rahasia Pawang Hujan, Mba Rara Siap-Siap

Pesulap Merah bahkan sempat mencoba datang ke padepokan milik Samsudin di Blitar, Jawa Timur untuk membuktikan ucapannya.

Namun kedatangan pemilik nama asli Marcel Radhival memicu kegaduhan warga sekitar padepokan hingga berujung ricuh.

Padepokan milik Samsudin sendiri kabarnya ditutup setelah Pesulap Merah memunculkan indikasi penipuan berkedok pengobatan alternatif di tempat itu

Terancam Dibunuh, Padepokan Dibakar, Ratusan Santri Terlantar

Menurutnya ancaman itu adalah imbas aksi Pesulap Merah yang menudingnya sebagai pelaku penipuan berkedok pengobatan alternatif.

Hal itu ia ungkapkan saat hadir dalam acara Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Kamis (11/8/2022).

“Ada ancaman pembunuhan, terus pembakaran juga,” ujar Gus Samsudin.

Samsudin mengatakan, aksi Pesulap Merah juga berdampak buruk ke para santri yang tinggal di padepokan miliknya.

Terancam Dibunuh, Padepokan Dibakar, Ratusan Santri Terlantar
Foto: Doc/Florespos

Baca: Jessica Iskandar Cerita Kasus Penipuan 10 Miliar, Gus Samsudin Sebut Pelaku Pakai Pusaka

Sebab, pembangunan fasilitas untuk mereka terpaksa dihentikan karena padepokan ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Jadi dampaknya ke anak santri saya juga yang hampir 100 orang. Pembangunan padepokan jadi terhenti,” jelas Samsudin.

Sedang untuk saat ini, Gus Samsudin sudah menghadapi aksi perusakan terhadap padepokan miliknya dari orang tidak dikenal.

“Ada perusakan juga di sana,” ungkapnya.