Jakarta, Florespos.id – Forum Mahasiswa dan Pemuda Ngada (Formapena) Jabodetabek menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan “Festival Inerie” yang akan diadakan pada 2-10 Juli 2019 di kabupaten Ngada. Selain bisa mempromosikan budaya dan kearifan lokal, festival tersebut dinilai dapat menjadi ajang untuk mempromosikan kekayaan wisata daerah.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Formapena Emilianus Kadju melalui pernyataan tertulis yang diterima FLORESPOS.ID di Jakarta, Rabu (26/6).

Dalam paparannya, Emil menyatakan, penyelenggaraan festival budaya berskala nasional ini merupakan aksentuasi dan aktualisasi dari jargon Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Ngada untuk membangun sektor pariwisata berbasis budaya.

Karena itu, pihaknya mengapresiasi langkah Pemda dalam merancang strategi pembangunan kabupaten Ngada ke arah yang lebih baik.

“Sebagai tuan rumah, tuan tanah, dan tuan budaya, kami Formapena berharap agar Pemda Ngada bisa bekerja secara profesional dalam menyukseskan festival tersebut. Tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mendukung,” katanya.

Untuk kesuksesan even tersebut, Emild menyarankan agar Pemda perlu melakukan kerjasama yang inklusif dengan semua pihak, termasuk dengan Pemprov, sponsorship, dan media partner.

Menurutnya, kehadiran third-party endorser berupa media partner, seperti media daerah, media nasional, dan media internasional sangat penting karena media menjadi instrumen yang paling strategis untuk memasifikasi isu terkait even tersebut.

“Sama seperti Dewan Kesenian Jakarta yang sukses membingkai isu dalam setiap kegiatannya karena merangkul media partner, panitia Festival Inerie juga perlu menggandeng media partner, bila perlu membuat website khusus untuk mempromosikan budaya NTT secara sustainable,” paparnya.

Selain itu, Formapena Jabodetabek juga menyarankan agar rundown acara festival yang telah disebarkan beberapa media lokal perlu dievaluasi dan dibenahi agar tidak terjadi tumpang tindih antara satu kegiatan dan kegiatan lainnya.

Respon Pemda Ngada

Bupati Ngada Paulus Soliwoa menyebutkan, Festival Inerie sebagai ajang promosi wisata dan budaya Ngada. Dan dalam konteks Pemda Ngada, Pariwisata menjadi bagian penting dari pembangunan Ngada sehingga kegiatan ini sangat penting dilaksanakan.

Menurutnya, pembangunan pariwisata mulai dari potensi yang ada di Ngada seperti pertanian, peternakan, pengembangan perikanan dan pariwisata itu sendiri saat ini dinilai menjadi sangat penting.

“Kita mulai dari potensi yang ada, di Ngada ada pertanian pada umumnya, juga peternakan, pengembangan perikanan dan juga ada pariwisata. Even ini sebagai ajang promosi, sehingga potensi pariwisata akan terkenal. Sebenarnya, kelemahan kita adalah promosi,” ungkapnya di Bajawa, Senin (24/6).

Di Ngada, kata Paulus, ada keragaman budaya yang terdiri dari tiga etnis yakni Bajawa, Soa dan Riung. Karena itu, sudah menjadi tugas Pemda Ngada dan masyarakat menggali potensi itu serta mengenalkan pada dunia luar sebagai kekayaan wisata Ngada.

“Sebagai upaya promosi, Pemda saat ini tengah bangun kerja sama dengan MNC grup, untuk presentasasi potensi Ngada terutama kopi dan pariwisata. Kita gencar promosi ini dilakukan agar potensi wisata dan budaya Ngada, dikenal secara nasional dan Ngada ini disiapkan sebagai kabupaten model, pertanian yang menunjang pariwisata,” ujarnya.

Paulus mengungkapkan, upaya Pemda adalah untuk mendorong potensi wisata dan budaya untuk terus berbenah, merangsang iklim usaha yang pasti bagi kelompok penenun di Ngada.

Tahap Acara

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ngada Methodius Reo Maghi menyebutkan, Festival Inerie dibagi dalam beberapa tahap kegiatan.

Pertama, pada 2- 6 Juli 2019, ada kegiatan workshop tenun ikat yang akan berlangsung di Hotel Edelweis Bajawa; tanggal 4 dan 6 kegiatan Workshop musik Bambu di Kampung Wogo, Kecamatan Golewa; dan tanggal 5 Juli seminar bedah buku yang akan berlangsung di Hotel Virgo Bajawa.

Sementara, pada tanggal 6 Juli ada dua kegiatan yang pertama dialog budaya di Aula Setda Ngada dan pagelaran, dan dialog seni pertunjukkan yang akan berlangsung di gedung seni pertunjukan Bajawa.

Selanjutnya, pada tanggal 7 sampai 9 Juli ada kegiatan pameran tenun ikat dan kerajinan ekonomi kreatif serta kegiatan pagelaran musik dan tari tradisional bertempat di Lapangan Kartini Bajawa.

Pada tanggal 8 itu ada kegiatan karnaval dan fashion show di Lapangan Kartini. Pada hari ini juga akan berlangsung temu kopi Arabika Flores Bajawa di desa Rakalaba Kecamatan Golewa Barat.

Puncaknya, pada tanggal 9 sampai 10 akan berlangsung ritual “Ka Sao” atau syukuran rumah adat di Kampung Tololela, Kecamatan Inerie.

Festival Inerie

Festival Inerie adalah sebuah festival budaya nasional yang didukung oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui platform Indonesiana, dengan mengangkat semua Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang tertuang dalam Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Kabupaten Ngada (PPKAD).

Tahun ini, Ngada dipilih menjadi tuan rumah oleh pemerintah pusat. Even yang serentak menggali potensi wisata budaya lokal ini, selain akan diadakan di kota Bajawa, juga digelar di dua wilayah lain, yaitu Tololea dan Wogo.*