Kacang Lupa Kulit, Farel Prayoga Abaikan Pendamping Lamanya Begitu Saja

Florespos.id – Fenomena Farel Prayoga, hingga kini masih menjadi magnet tersendiri dalam dunia hiburan tanah air.

Tak dipungkiri, di balik viralnya nama Farel, ada andil orang-orang yang mendampinginya saat meniti karier dari nol.

Selain ayah Farel Prayoga, Joko Sunyoto, ada pula nama Wandra Restusiyan dari One Nada Music Studio, yang berperan, meski tak diakui.

Baca: Farel Prayoga Jadi Korban Copet; iPhone Mahal Lenyap, Harganya Tak Main-main

Kacang Lupa Kulit

Dan kini, ada Agung Blarak, yang tiba-tiba muncul memberi kesaksian.

Agung Blarak, adalah nama panggung dari Agung Pratama.

Ia disebut-sebut sebagai salah satu orang yang paling berjasa memperkenalkan nama Farel Prayoga, jauh sebelum ia viral.

Agung, adalah orang yang pertama kali mengajak Farel manggung, dari yang semula hanya mengamen bersama ayahnya.

Agung mengajak Farel manggung dari hajatan ke hajatan.

Terkadang semua kebutuhan manggung Farel Prayoga, ia yang menyediakan bahkan hingga honor manggungnya.

Agung pulalah yang menghubungkan Farel Prayoga dengan Wandra Restusiyan, hingga sering diajak kolaborasi oleh One Nada Music Studio, untuk membuat proyek video musik.

Salah satunya adalah video musik Ojo Dibandingke, yang viral lantaran ditonton oleh puluhan juta viewers di YouTube.

Kacang Lupa Kulit
Foto: Doc/Florespos

BacaDemi Profesi Farel Prayoga Tinggalkan ‘Keyakinan’ Orangtua, Ikut ‘Keyakinan’ Pendamping

“Mas Wandra kan awalnya enggak tahu, kalo Farel ternyata anak didiknya,” ujarnya, dilansir dari YouTube LSAP Banyuwangi, 21 November 2022.

Hal itu lantaran Farel Prayoga, hanya sempat mengikuti les selama tiga kali pertemuan di One Nada Music, hingga terpaksa harus berhenti karena pandemi Covid-19.

Sayangnya, bak kacang lupa kulit, sejak tampil di Istana Negara, Farel Prayoga kini seolah tak mengingat lagi sosok Agung, yang telah banyak berjasa padanya.

“Kurang komunikasi sekarang, enggak kayak dulu. Kalo dulu kan enak langsung bawa, kalo sekarang kan susah,” ungkapnya.

Agung melihat ada perubahan sikap dari Farel Prayoga, sejak ia pulang, setelah tampil di Istana Negara.

“Enggak kayak dulu. Kayak ada yang ditutupi. Dulu dia curhat sama saya. Dia kan enggak mau main sama temen-temen sebayanya.

Kalo nyapa itu kayak enggak akrab. Kok enggak kayak dulu. Kalo sekarang ya, kan enggak komunikasi lagi. Kalo Farel ganti nomor (HP) iya, tapi kalo nyimpan (nomor HP Agung) kayaknya enggak.”

Pas ketemu aja yo enggak minta, mosok saya yang minta, dia kan saya yang momong, gitu lho,” lanjutnya.

Farel Prayoga Abaikan Pendamping Lamanya

Agung sebenarnya juga ikut merasa bangga atas pencapaian Farel Prayoga sekarang.

Namun ia hanya minta, agar sifat Farel jangan sampai berubah.

“Ya kalo sudah jadi orang kan saya juga ikut bangga. Sifatnya Farel saya tahu. Farel orangnya care, ke semua orang dia baik. Perubahan yang saya alami ya pas dia pulang dari istana itu,” bebernya.

“Apa ini ada pihak lain atau gimana. Kayak ada yang mau diomong tapi enggak berani dia. Ya saya ya seolah enggak ada apa-apa,” terangnya.

Sebelum itu, menurut penuturan Agung, Farel mendadak dibawa oleh pihak Aneka Safari (manajemen Farel sekarang) ke Jakarta, tanpa sepengetahuan Agung.

“Saya enggak tahu, itu kan pihak Aneka Safari ngambil Farel. Sebelumnya kan enggak tahu saya. (Farel) dikontrak itu saya enggak tahu. Tahu-tahu udah satu bulan” ungkapnya.

“Makanya saya kaget, pas One Nada bilang, kontraknya ini gimana, kok ada di Aneka Safari,” imbuhnya.

Farel Prayoga Abaikan Pendamping Lamanya
Foto: Doc/Florespos

Baca: Tak Pernah Mengaji, Farel Prayoga Disarankan Pergi ke Gereja

Agung mengaku tahu Farel Prayoga dikontrak oleh Aneka Safari dari Farel sendiri.

Ia juga tidak tahu, alasan mengapa keluarga Farel tidak memberitahunya.

Meski akhirnya, Agung lah yang membantu Farel mendapatkan salinan surat kontraknya dengan Aneka Safari.

Sejak saat itu, Agung mengaku kehilangan kontak dengan Farel Prayoga.

Kini, Agung Blarak hanya bisa berpesan kepada Farel.

“Kalo sudah jadi orang, jangan lupa yang di bawah. Ibaratnya kayak panjat pinang. Panjat pinang itu kan kalo enggak ada orang yang di bawah, enggak akan sampai ke atas,” pungkasnya.

Artikel SebelumnyaCupi Cupita Tak Bisa Nolak, Dibayar Berkali-kali Oleh Pengusaha Untuk Begituan