FLORESPOS.ID – Pohon Natal selalu mengingatkan kita pada Perayaan Kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru Selamat bagi umat Kristiani.

Bagi insan yang peracaya pada Yesus Kristus, Natal dirayakan dengan prosesi misa mulai dari tanggal 24 malam hingga 25 Desember.

Konon dalam tradisi barat, peringatan hari raya Natal mengandung aspek non-agamawi.

Tradisi tersebut seperti pohon Natal, kartu ucapan selamat Natal, bertukaran kado antar sesama, baik keluarga maupun sahabat serta handaitolan.

Natal juga identik dengan haruman kue dan minuman besrsoda yang kini telah menjadi tradisi baru.

Suasana Natal tak lengkap rasanya jika tak menghias rumah atau tempat ibadah dengan pohon Natal.

Namun pernahkah anda mendengar sejarah munculnya Pohon Natal? Jika belum tahu, berikut 6 fakta tentang sejarah kehadiran pohon Natal yang dirangkum Kliktrend.com dari berbagai sumber.

Pohon Natal
Foto Pohon Natal/Ist

TrendingFlores Akan Jadi Pusat Penerapan Energi Baru Terbarukan

Pohon Natal Telah Ada Sejak Ratusan Tahun Lalu

Tak ada satupun yang tau dan memastikan kapan pohon cemara digunakan sebagai hiasan di rumah dan di Gereja pada saat perayaan Natal tiba.

Akan tetapi beberapa orang menyebut pohon Natal telah digunakan sejak ribuan tahun lalau.

Ada yang menyebut bahwa orang yang masuk dalam aliran Paganisme telah menggunakan batang pohon cemara untuk perayaan perubahan musim dingin.

Lalu, ada pula cerita tentang orang Romawi yang menghias kuil mereka untuk menyambut perayaan Saturnalia yang merupakan pemujaan kepada dewa kemakmuran.

Pohon Natal ratusan tahun lalu
Foto/Ist

TrendingHebat! Youtuber Sukses Asal Flores Tampil pada Penutupan PKN 2019

Kota Pertama yang Menggunakan Pohon Natal

Selain soal kapan pastinya pohon Natal pertama kali dipakai, hal yang hingga kini masih menjadi perdebatan adalah di kota mana pohon Natal pertama kali gunakan kala hari raya umat Kristiani merayakan Natal.

Perdebatan ini mencuatkan dua nama kota dari negara di wilayah Eropa Utara. Tallinn dan Riga merupakan kota yang diklaim pertama kali menggunakan pohon cemara utuh untuk perayaan Natal dan Tahun Baru.

Disebutkan bahwa Tallinn, ibukota Estonia, diketahui pertama kali memiliki pohon Natal pada tahun 1441. Di lain pihak, Riga yang notabene ibukota Latvia juga mengklaim hal sama pada 1510. Bahkan, di alun-alun kota Riga terdapat sebuah plakat yang menandakan pohon Natal pertama kali di kota itu.

Kota pertama yang menggunakan Pohon Natal
Foto/Ist

TrendingLabuan Bajo Jadi Wisata Premium, Ini Kata Kapolda NTT

Kisah St. Boniface dan Bertobatnya Penganut Pagan

Kisah seputar pohon Natal kian berkembang dari waktu-waktu. Negara di kawasan Baltik tak luput dari cerita-cerita yang melatarbelakangi hadirnya hiasan tersebut. Salah satunya yang melibatkan seorang tokoh bernama St. Boniface.

Diceritakan St. Boniface yang berasal dari Inggris memutuskan pergi dan berkelana ke Jerman. Dalam perjalanannya, dia menemukan sekelompok orang penganut paganisme yang melakukan persembahan untuk memuja pohon Oak.

Untuk mencegah pemujaan itu tak berlanjut, St. Boniface pun mencoba menebang pohon Oak dan memberikan pembuktian bahwa pohon Oak akan tetap tumbuh meski telah dipotong. Dari situlah penganut paganisme berpindah menjadi umat Kristiani.

Penganut Pagan
Foto/Ist

TrendingKeras! Gubernur Viktor Larang Wisatawan Asing Yang Miskin Kunjungi NTT

Pencetus Hiasan Pohon Natal di Rumah

Hiasan pohon Natal yang terpajang di rumah tak serta merta hadir begitu saja. Ada cerita unik dibalik penempatan pohon Natal di dalam rumah.

Martin Luther, seorang penceramah agama sekaligus tokoh reformasi gereja asal Jerman yang lebih dulu mempunyai ide membawa pohon Natal ke dalam rumah.

Bersetting pada abad ke-16, diceritakan sehari sebelum Natal Martin Luther menyempatkan waktu berjalan menyusuri hutan. Dalam perjalanan itu dirinya menengok ke langit dan melihat bintang bersinar terang di antara pepohonan.

Sesaat kemudian, dia menebang pohon di hutan itu dan membawanya ke rumah. Tak lupa, dia menceritakan kejadian tersebut pada anaknya. Menurutnya, peristiwa itu mengingatkannya pada Yesus.

Martin Luther
Foto/Ist

TrendingNasdem Poskan Istri Gubernur NTT sebagai PAW Johnny Plate di DPR

Semakin Modern Mulai Abad ke-19

Pohon Natal yang telah dipakai sejak lama makin bersolek pada abad ke-19. Pangeran Albert punya andil dalam mempopulerkan pohon Natal beserta hiasannya yang kini masih lestari ditemukan.

Latar belakang suami ratu Victoria itu yang berasal dari Jerman jadi sebab pohon Natal makin bertransformasi. Pasalnya, sejak dulu Jerman punya tradisi natal yang unik khususnya dalam menghias pohon Natal.

Keluarga kerajaan Inggris pun ketika itu mulai mempercantik pohon Natal dengan lilin, permen dan pernak-pernik lain yang digantung. Aktivitas ini pun terabadikan dalam sketsa yang dimuat dalam surat kabar di London.

Sejak saat itulah masyarakat Inggris mulai mempersiapkan pohon Natal layaknya yang dilakukan oleh keluarga kerajaan.

Natal Modern
Foto/Ist

TrendingGubernur NTT Minta Menkominfo Johnny Plate Tutup Facebook

Pohon Natal Semakin Keren

Berbeda dengan sebelumnya pohon Natal yang cuma dihiasi dengan lilin. Perbedaan tersebut selalu menjadi sensasi bagi setiap orang yang menghidupi zamannya.

Hampir beberapa dekakde terakhir tradisi menghias pohon Natal kini tampil lebih keren. Tak cuma mengandalkan lilin, kini pohon Natal dihiasi dengan lampu yang berkelip yang diiringi bunyian dering instrumen lagu jingle bell yang membuat suasana Natal lebih terasa dan menyenangkan.

Pohon natal sekarang
Foto/Ist

itulah cerita panjang sejarah lahirnya pohon Natal. Kehadirinya memiliki makna tersendiri bagi umat yang turut ambil bagian dalam merayakan kelahiran Sang Juru Selamat.

Dengan Pohon Natal, hubungan umat dengan Tuhan menjadi lebih dekat dan abadi. Selamat merayakan hari Natal bagi semua Umat Kristiani yang merayakannya semoga sukacita Natal selalu beserta kita.*