Jakarta, Florespos.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat kepada Komisi III DPR mengenai dua calon pimpinan (capim) KPK yang dinilai bermasalah.

Dua orang capim tersebut adalah Mantan Deputi Penindakan KPK Irjen Firli Bahuri  dan Jaksa Johanis Tanak.

“Pimpinan KPK mengirim surat ke DPR (terkait) dua orang, satu (adalah) Firli yang dianggap bermasalah, satu Jaksa Johanis Tanak,” ucap Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi kepada wartawan di Gedung DPR Senayan, Kamis (12/9).

Baca: Tujuh Tarian Adat Khas Flores

Capim KPK Dinilai Bermasalah

Desmond Junaidi menjelaskan, dalam surat tersebut KPK menjelaskan bahwa Capim KPK, Irjen Firli Bahuri, melakukan pelanggaran kode etik berat.

Dalam pemeriksaan ditemukan fakta jika Firli melakukan sejumlah pertemuan, termasuk dengan Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB).

Pertemuan tersebut dilakukan sebanyak beberapa kali. Salah satunya, terdapat dua kali pertemuan yaitu pada 2 Mei 2018 ketika KPK melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi kepemilikan saham pemerintah daerah dalam PT NMT 2009-2016.

Komisi Pemberantasan Korupsi soroti dua capim KPK bermasalah
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi – IDnews

BacaTempat Wisata di Borong, Flores

Lalu, kembali terjadi pertemuan pada 13 Mei 2018, di mana TGB dan Irjen Firli bertemu dalam acara Farerwell and Welcome Game Tennis Danrem 162/WB di Lapangan Tenis Wira Bhakti.

Sementara itu, mengenai Capim KPK Johanis Tanak, Desmond tidak menjelaskan secara terperinci. “Ada masalah di Sulteng dan macam-macam,” jelasnya.*