“Setiap cangkir dan kopi untuk dipakai minum, dibawa masing-masing warga. Warga minum kopi di balai desa, halaman kantor kecamatan, alun-alun atau lapangan bola, dan lapangan bola alun-alun kota kabupaten.”

“Sejuta Cangkir Kopi Flores” adalah kegiatan itu akan diikuti oleh seluruh orang dewasa di Pulau Flores dengan meminum kopi pada jam yang sama, yakni pada pukul 14.00 Wita di hari Rabu 19 Juli 2017.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka Tour de Flores yang dilaksanakan di daratan Flores pada 14 – 20 Juli 2017.

Sejuta Cangkir Kopi Flores akan diikuti oleh masyarakat dari 8 kabupaten, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, Maumere, Flores Timur, dan kabupaten yang berada di ujung pulau Flores yakni Lembata.

Seperti apa teknis pelaksanaan SCKP? Berikut keterangan yang dihimpun FLORESPOS.ID dari grup Facebook Tour de Flores:

  1. Seluruh orang dewasa di Flores minum kopi pada jam yang sama, yakni pukul 14. 00 Wita, Rabu, 19 Juli 2017 atau pukul 13.00 WIB.
  2. Utusan MURI (Museum Rekor Indonesia) hadir di Labuan Bajo dan menunggu satu jam untuk menerima laporan dari setiap desa di Flores. Laporan dikirim via Whatsapp. Jumlah yang minum harus mencapai 1 juta orang agar layak masuk rekor MURI.
  3. Flores terbagi atas 8 kabupaten plus Kabupaten Lembata. Jika satu kabupaten terdiri atas 10 kecamatan, Flores terdiri atas , sekitar 110 kecamatan. Bila satu kecamatan terdiri atas 10 desa terdapat 1.100 desa. Setiap desa ada PIC yang bisa mengorganisasi melaporkan hasil.
  4. Organisasi berjenjang: Koordinator SCKF yang ada Labuan Bajo, sembilan PIC di kota kabupaten, PIC di sekitar 110 kecamatan, dan PIC di sekitar 1.100 desa. Masing-masing PIC memiliki HP atau PC untuk melaporkan hasil lewat.
  5. Setiap PIC membuat daftar nama untuk ditandatangani yang hadir. Daftar nama yang sudah ditandatangani itu dikirim ke Koordinator usai minum kopi. Daftar nama difoto kamera handphone dan dikirim lewat WA.
  6. Targetkan satu kabupaten 115.000 tanda tangan. Pembuatan daftar dan penandatanganan dilakukan mulai Senin, 3 Juli 2017. Satu kecamatan rata-rata 11.500 tanda tangan.
  7. Data dari desa dilaporkan ke kecamatan, dan dari kekecamatan dilaporkan ke PIC kabupaten dan langsung ke koordinator.
  8. Berdasarkan laporan dari setiap PIC dari berbagai daerah, koordinator membuat rekaman dan menyerahkan kepada pejabat MURI untuk disahkan sebagai gerakan SJKF.
  9. Cangkir dan kopi untuk dipakai minum dibawa masing-masing warga. Bawalah cangkir yang bagus agar enak juga dipandang.
  10. Warga minum kopi di balai desa, halaman kantor kecamatan/alun-alun/ lapangan bola, dan lapangan bola/alun-alun kota kabupaten.
  11. Bagi warga yang tidak bisa berkumpul, diminta minum kopi di rumah masing-masing.

“Kita targetkan satu kabupaten 115.000 tanda tangan. Setiap cangkir dan kopi untuk dipakai minum, dibawa masing-masing warga. Warga minum kopi di balai desa, halaman kantor kecamatan, alun-alun atau lapangan bola, dan lapangan bola alun-alun kota kabupaten,” ungkap panitia kegiatan sejuta cangkir kopi Flores, Yos Kelen sebagaimana dikutip kompas.com, Minggu (2/7/2017).

Semoga dengan masuk rekor MURI serta mendapat pemberitaan yang luas oleh media massa dalam event Tour de Flores, potensi kopi Flores dapat terangkat di mata ternasional sehingga lebih dikenal dan disukai.