LABUAN BAJO, FLORESPOS.ID – Bagi Anda yang sudah bosan di rumah setelah mengurung diri selama berbulan-bulan, bersiap-siaplah. Fajar perijinan untuk bepergian kembali terbit.

Pemerintah telah membuka katup perjalanan wisata domestik. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, pemerintah daerah mengatakan akan menerapakan “new normal” mulai 15 Juni mendatang.

Dengan begitu, Anda yang suka melancong ke tempat-tempat wisata terbaik di NTT, misalnya Labuan Bajo, Ende, Sumba, Sabu, Rote dan masih banyak lainnya, bakal bisa kembali melakukan perjalanan.

Akses pelabuhan laut dan bandara pun serentak akan dibuka bersamaan dengan penerapan “new normal” itu.

Bagi Anda yang datang dari luar, tetap harus mengantogi surat keterangan bebas Covid-19. Sementara masyarakat di NTT tidak perlu lagi membawa surat hasil rapid test.

Tentu, tempat-tempat wisata di NTT akan berbeda ketika nantinya Anda berkesempatan mengunjunginya. Misalnya di Pulau Padar, Anda akan menikmati lanskap sabana yang hijau permai.

Selain hujan yang masih rintik-rintik di bulan Juni, rumput-rumput di hotspot wisata Labuan Bajo itu bakal memanjakan mata Anda.

Sembari memicingkan mata pada desiran ombak bergulung kecil di bibir pantai yang melengkung, Anda dijamin akan merasakan kenikmatan yang sesungguhnya dari puncak bukit.

Destinasi Wisata Labuan Bajo Kembali Dibuka 15 Juni
Pantai Pink Beach di Labuan Bajo, NTT. Foto: Kompas.com

Protokol Kesehatan Sudah Siap

Nah, bagi Anda yang tidak lagi betah di rumah karena merasa seperti terisolasi dan terpasung, inilah saatnya. Jangan khawatir, perjalanan wisata ke destinasi di NTT dijamin aman.

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur Wayan Darmawa pada Rabu (10/6) kemarin mengatakan bahwa pariwisata di NTT sudah siap menyambut era kenormalan baru, termasuk protokol kesehatan.

“Kami siap kembali membuka pariwisata di era “new normal” mulai 15 Juni nanti. Semuanya sudah kami siapkan,” katanya.

Wayan mengklaim masyarakat NTT baik desa maupun kota sudah paham protokol kesehatan Covid-19 sesuai Gugus Tugas.

Ia menerangkan bahwa masyarakat di NTT sudah begitu peduli pada protokol kesehatan. Salah satu contohnya, kalau nanti berkunjung ke desa-desa, itu bisa dilihat ada tandon air untuk cuci tangan.

Selain itu, masyarakat juga sadar harus memakai masker. Lebih ketat lagi, di mana setiap desa ada petugas yang melakukan atau mewajibkan cuci tangan dan melakukan pendaftaran.

Ini berarti, bagi Anda dari luar NTT yang ingin menikmati wisata sekaligus keramahan orang-orang NTT janganlah menanam rasa khawatir dan curiga berlebihan di tengah pandemi ini.

Sebab masyarakat NTT sudah begitu peduli, tidak hanya terhadap diri mereka sendiri, tapi juga terhadap keselamatan pelancong.

Di semua detinasi pun, baik yang dikelola pusat maupun provinsi, kata Wayan, sudah menerapkan protokol kesehatan “new normal”.

Termasuk misalnya Taman Nasional Komodo yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pun sudah siap ketika pintu “new normal” dibuka 15 Juni nanti.

Bahkan sejak 5 Juni lalu, Dinas Pariwisata Provinsi NTT sudah melakukan simulasi atau ujicoba pembukaan destinasi.

Namun demikian, Wayan menyangsikan bahwa pada saat pembukaan akan banyak wisatawan dari luar NTT yang datang.

Sebab akses penerbangan baru dibuka sebagian. Karena itu, pemerintah daerah membagi tiga fase pada pembukaan pariwisata NTT untuk kembali menarik wisatawan.

Fase pertama, dimulai 15 Juni-15 Juli 2020, merupakan masa pembelajaran dan banyak didominasi oleh wisatawan lokal.

Pada fase kedua, Wayan baru berharap penerbangan sudah mulai normal dan sudah mulai ada kunjungan wisatawan nusantara.

Ketika penerbangan sudah normal, ia menjamin, semua destinasi sudah siap dengan protokol kesehatan, termasuk perhotelan dan industri pariwisata lainnya.*