LABUANBAJO, FLORESPOSID – Pariwisata Labuan Bajo telah menyandang status sebagai Destinasi Wisata Premium sejak pertengahan tahun lalu. Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo menyematkan status ‘Destinasi Wiata Super Premium’ kepada ‘surga kecil’ yang berada di ujung barat Pulau Flores itu.

Dalam kunjungan kerjanya pada pertengahan bulan lalu, Presiden Jokowi menitipkan tujuh arahan pokok terkait pembangunan pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Ketujuh instruksi tersebut, yakni pertama, penataan kawasan secara terintegrasi, baik yang berkaitan dengan kerapian, kebersihan, kenyamanan, dan keamanan bagi para wisatawan.

Kedua, pembangunan infrastruktur, yaitu dengan segera membangun runway dan terminal bandara Komodo pada awal 2020.

Ketiga, menyiapkan SDM dengan meningkatkan keahlian dan kompetensi SDM masyarakat lokal. Keempat, pengelolaan sampah. Kelima, pengadaan air baku. Keenam, promosi pariwisata melalui kegiatan promosi besar-besaran.

Terakhir, perihal keamanan wisatawan melalui penguatan Organisasi Perangkat Derah (OPD) yang berkaitan dengan keamanan para wisatawan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) bersama seluruh perangkat daerah di Kabupaten Manggarai Barat menggelar Rapat Koordinasi untuk meningkatkan sinergitas terkait tujuh arahan Presiden.

“2020 ini menjadi momentum berharga untuk pembangunan pariwisata Labuan Bajo yang tidak boleh kita lewatkan. Perhatian dan dukungan pemerintah pusat bagi Labuan Bajo harus direspon dengan semangat membangun pariwisata berkelanjutan”, ujar Shana Fatina, Direktur Utama BOPLBF, Senin (10/2), melansir bisnis.com.

Shana memastikan tujuh arahan Presiden Jokowi terlaksana dengan baik melalui sinergi bersama segenap perangkat pemerintah daerah di Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam rakor ini BOPLBF telah menyusun program kerja, antara lain, penataan kawasan dan penguatan kapasitas SDM. Salah satunya adalah penataan kawasan Kampung Air.

Sementara itu, mulai Maret-November 2020 nanti, BOPLBF bersinergi bersama Kemenparekraf dan Kementerian Koperasi dan UKM, fokus mempersiapkan SDM kepariwisataan.

Shana menjelaskan, bentuk programnya adalah melalui pelatihan dan pendampingan kepada sekitar 230 UKM yang ada di Labuan Bajo.

Selain itu, BOPLBF juga telah menjalin koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada 22 Januari 2020 lalu.

Rencananya, BNPB dan BNPD akan membangun kantor bersama memperkuat mitigasi bencana Labuan Bajo guna menjamin keamanan para wisatawan.*