Jakarta, Florespos.idBursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan sanksi keuangan berupa denda sebesar Rp250 juta dan Peringatan Tertulis III kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. terkait pelanggaran dalam laporan keuangan interim per 31 Maret 2019.

Selain itu, BEI juga memina Garuda Indonesia melakukan public expose insidentil atas penjelasan mengenai perbaikan dan penyajian kembali laporan keuangan tersebut.

Dalam penelaahan BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ditemukan bahwa Garuda Indonesia melanggar ketentuan Nomor III.1.2 Peraturan BEI Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

Ketentuan tersebut mengatur mengenai Laporan Keuangan wajib disusun dan disajikan sesuai dengan peraturan Bapepam Nomor VIII.G.7. tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan, dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten.

Karena itu, BEI meminta kepada Garuda Indonesia untuk memperbaiki dan menyajikan kembali Laporan Keuangan Interim paling lambat sampai dengan tanggal 26 Juli 2019.

Pengenaan sanksi dan permintaan untuk memperbaiki dan menyajikan kembali Laporan Keuangan Interim Garuda Indonesia serta permintaan melakukan public expose insidentil oleh BEI dilakukan dalam rangka menyelenggarakan perdagangan Efek yang teratur, wajar dan efisien serta menjaga kepercayaan publik terhadap industri Pasar Modal Indonesia.*